25.1 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

TPID Langsa Diminta Pantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

spot_img

LANGSA | ACEH INFO – Pascakenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan untuk dioptimalkan, dalam hal pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

“Silakan pergunakan sistem informasi dan early warning system kenaikan/penurunan harga pangan untuk pengambilan kebijakan yang lebih responsif dan cepat,” sebut Pj Wali Kota Langsa, Said Mahdum Majid, saat
menggelar rapat High Level Meeting, Senin, 19 September 2022, di Aula BPKD Langsa.

Kata Said Mahdum, Pemerintah akan memastikan percepatan program Gerakan Menanam Tanaman Holtikultura (GERHAMHOR) di Kota Langsa, upaya ini kita harapkan nantinya Kota Langsa akan menuju daerah swasembada produk cabai merah dan rawit, bawang merah serta tomat.

Dia menambahkan terkait dengan hal tersebut sudah difasilitasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe untuk melakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antar wilayah. TPID Kota Langsa perlu mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerja sama antar daerah dalam pengendalian inflasi khususnya di wilayah Provinsi Aceh.

“Saya minta setelah terlaksananya rapat ini, seluruh ASN, TNI, Polri dan pegawai/karyawan instansi vertikal lainnya dapat memahami skema perencanaan, terkait ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat dan layanan umum mudah-mudahan dengan kerjasama yang sinergis antara perangkat daerah, instansi vertikal, dan stakeholder terkait, pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan optimal, serta meminimalisir munculnya permasalahan di masyarakat,” ujarnya.

Perlu untuk disadari, sambungnya, imbas dari kenaikan harga BBM ini sangat menekan daya beli masyarakat, untuk itu diharapkan seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, aparatur penegak hukum, hingga BUMN/BUMD hendaknya bersatu dan saling bahu-membahu, dalam rangka memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Identifikasi isu dan permasalahan sejak dini tentu sangat berguna dalam mengantisipasi serta mempersiapkan situasi dan kondisi mendatang adanya perencanaan maupun skenario yang bersifat antisipatif.

“Maka saya minta kepada perangkat daerah terkait untuk mematangkan rencana serta melaksanakannya dengan baik sesuai bidang masing-masing,” harapnya.

Melalui forum itu, Said Mahdum mengajak tokoh agama serta tokoh masyarakat agar memberikan imbauan kepada masyarakat melalui, media sosial dan iklan layanan masyarakat, untuk menerapkan bijak dalam berbelanja dan melakukan konsumsi secara wajar. Karena pemerintah saat ini sedang berupaya untuk memastikan stok barang di pasar tersedia serta akan terus memantau perkembangan harga agar senantiasa aman dan terkendali.

Sementara Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Gunawan, mengatakan pandemi memberikan pelajaran berharga. Beberapa aspek kehidupan manusia mengalami perubahan salah satunya perkembangan kondisi perekonomian.

Berdasarkan data terakhir, ekonomi Indonesia maupun Aceh menunjukkan pemulihan pasca pandemi. Roda perekonomian telah berputar kembali, konsumsi pulih dan pembatasan sosial telah dikurangi.

“Saat ini kita sedang menghadapi upaya pemulihan ekonomi. Namun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Dengan normalisasi kebijakan moneter dibeberapa negara maju serta kondisi geopolitik yang sedang kurang stabil berdampak pada tingkat inflasi yang tidak normal,” katanya.

Beberapa bulan terakhir Indonesia khususnya Aceh, sambungnya, mengalami inflasi yang cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh pasokan komoditas strategis seperti cabai merah dan bawang merah yang terbatas. Penyesuaian subsidi BBM belakangan ini juga berdampak pada peningkatan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Dengan kondisi demikian, berdasarkan hasil rakor TPI yg dihadiri Presiden, Gubernur BI, Menteri Keuangan dan Menteri terkait. Presiden juga telah menyampaikan melalui arahannya bahwa inflasi ini merupakan perhatian bersama. Menindaklanjuti tersebut maka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Nasional (GNPIP) terus digaunkan secara luas. GNPIP sendiri memiliki berberapa program mulai dari pengembangan klaster pangan strategis, inisiasi urban farming, operasi pasar, serta pelaksanaan Kerjasama Antar Daerah (KAD).

“Kami telah berkoordinasi dengan Pemda untuk penjajakan KAD, misalnya dengan Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk komoditas cabai merah. Selain itu berdasarkan informasi bahwa Kota Langsa juga akan menginisiasi gerakan tanam cabai di kalangan ASN, hal tersebut tentu saja perlu diapresiasi dalam upaya pengendalian inflasi pangan,” urainya.

“Kami juga berharap ke depannya sinergi instansi dan lembaga dapat berjalan dengan efektif dan berkelanjutan sehingga permasalahan inflasi ini dapat ditangani dengan baik,” harap Gunawan.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah