Newspaper Theme
Newspaper Theme

INFO POPULAR

Wasit Iwan Diduga Sengaja “Bunuh” Persiraja di Pertandingan

Sponsored by

BANDA ACEH | ACEH INFO – Penampilan skuad Lantak Laju pada Rabu, 12 Januari 2022 malam, kian menarik. Ditukangi Sergio Alexandre, permainan Defri Riski dan kawan-kawan pun kian dinikmati para pecinta sepak bola di Tanoh Rencong. Namun, pertandingan antara Persiraja dengan PSIS Semarang yang dipimpin oleh wasit Iwan Sukoco tersebut kian panas di babak kedua. Apalagi setelah Iwan mengusir Andika Kurniawan melalui akumulasi kartu kuning di menit ke-50.

Keputusan wasit tersebut kemudian mendapat protes dari Sergio Alexandre. Banyak pihak juga menyayangkan hukuman kepada Andika Kurniawan, yang sepatutnya tidak mendapat kartu kuning dalam laga tersebut. Apalagi pelanggaran yang dilakukan jamak terjadi dalam pertandingan dan bukan pelanggaran fatal sehingga tidak perlu memberikan kartu kuning.

Di babak kedua pula, beberapa pelanggaran yang lebih fatal justru dilakukan oleh pemain PSIS Semarang. Termasuk ketika gelandang Persiraja Jabar Sharza tiba-tiba tampil memukau dengan dribel-dribel bolanya di lapangan tengah, hingga beberapa kali mengancam pertahanan PSIS Semarang. Jabar dijegal dan beberapa kali terlihat dibanting seperti laga gulat ala smackdown oleh Alfeandra Dewangga.

Wasit Iwan bergeming. Tidak ada kartu yang diberikan untuk Dewangga, salah satu pemain PSIS yang masuk dalam skuad Timnas Indonesia di Piala AFF itu.

Waktu terus berputar. Persiraja harus bermain dengan 10 pemain, setelah Andika Kurniawan diusir dari lapangan. Pun begitu, permainan Tim Lantak Laju masih terlihat solid. Pelatih Sergio Alexandre juga langsung mengubah taktik dengan memasukkan pemain bertahan dari bangku cadangan.

Skor masih 0-0. Padahal waktu telah menempati angka di menit ke-90. Pelaksana pertandingan kemudian memberikan bonus tambahan waktu sepanjang lima menit. Tambahan waktu ini benar-benar menyiksa Persiraja yang bermain dengan 10 pemain. Pertahanan pasukan Dek Gam tersebut digempur habis-habisan oleh Panser Biru, julukan PSIS Semarang.

Hingga akhirnya menit 90+5 telah paripurna dan seharusnya wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Akan tetapi Iwan diduga tidak melihat penunjuk waktu yang ada di tangannya. Dia masih keasyikan memimpin pertandingan yang berlangsung di Stadion Kompyang Sujana, Bali itu.

Laskar Mahesa Jenar memanfaatkan waktu ekstra itu dengan baik. Satu umpan lambung kemudian dilesakkan Riyan Ardiansyah dari sayap kiri pertahanan Persiraja. Umpan itu disambut oleh sundulan Wallace Costa yang ikut naik untuk membantu serangan. Sundulan tersebut tidak mampu dibendung kiper Persiraja Aji Bayu Putra yang begitu tangguh sepanjang laga. Bola masuk. PSIS Semarang mendapat poin. Skor berubah 1-0. Menit terus bertambah. Iwan Sukoco belum juga meniup peluit panjang.

Protes mulai berdatangan. Pelatih Sergio Alexandre mencak-mencak ke official pertandingan. Wasit masih kukuh dengan keputusannya dan permainan kembali dimulai. Saat kick off dilakukan, baru Iwan kemudian mengakhiri pertandingan.

Para pemain Persiraja langsung mengerubungi Iwan Sukoco. Mereka ramai-ramai protes dengan kepemimpinan Iwan dalam laga tersebut. Namun, Iwan hanya tersenyum.

Berkat Iwan, PSIS Semarang berhasil menambah tiga poin dalam laga itu. Kini Tim Mahesa Jenar mengoleksi 30 pon, berjarak tujuh angka dari Persib Bandung yang jadi pemimpin klasemen. Sementara Persiraja masih terbenam di dasar klasemen. Tim binaan Nazaruddin Dek Gam itu baru mengumpulkan enam poin sejauh ini.

Sergio yang baru saja bergabung dengan Persiraja benar-benar kecewa dengan kepemimpinan Iwan. “Saya tidak senang dengan apa yang wasit lakukan kepada kami pada pertandingan ini. Saya pikir, kami tidak layak untuk mendapatkan kekalahan,” kata Sergio Alexandre usai pertandingan, seperti dilansir Kompas.com.

Dia tidak mempermasalahkan adanya perpanjangan waktu. Namun, menurut Sergio, wasit Iwan Sukoco benar-benar membunuh Persiraja di Pulau Dewata. “Saya pikir wasit membunuh kami pada setiap momen di pertandingan ini,” kata Sergio.[]

PENULIS: BOY NASHRUDDIN AGUS

Newspaper Theme

TERKINI