20.6 C
Aceh

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Dinkes Aceh Upayakan Penurunan AKN Pada Kelahiran Bayi

ACEH INFO | BANDA ACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh terus mengupayakan penurunan Angka Kematian Neonatal (AKN), kematian yang terjadi pada bayi usia sampai dengan 28 hari.

AKN merupakan kematian yang terjadi sebelum bayi berumur satu bulan atau 28 hari per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. Kematian neonatal umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir yang diperoleh dari masa konsepsi sampai dengan proses persalinan.

Kepala Seski Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (Kasi PTM dan Keswa) Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dr Siti Dara menjelaskan, untuk menekan angka AKN tersebut, Dinkes Provinsi Aceh terus mengoptimalkan pelaksanaan program-program pelayanan antenatal, seperti program pemberian tablet dan imunisasi pada ibu hamil, serta eliminasi penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari ibu ke anak.

Dalam tahun 2021 kata dr Siti dara, jumlah kematian neonatal di Provinsi Aceh tercatat sebanyak 858 kasus atau 9 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 dengan jumlah kasus sebanyak 792 kasus dengan angka kematian neonatal 8 per 1.000 kelahiran hidup.

“Jumlah kematian neonatal tertinggi ada di wilayah kerja Kabupaten Pidie sebanyak 95 kasus dan terendah Kota Subulussalam, perlu dilakukan upaya pencegahan atau penurunan angka kematian neonatal melalui upaya promosi kesehatan kepada ibu hamil dan pasangan usia subur untuk lebih mempersiapkan kehamilannya sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, Neonatus adalah bayi baru lahir sampai dengan usia 28 hari. Pada masa tersebut terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim dan terjadi pematangan organ hampir pada semua sistem. Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi dan berbagai masalah kesehatan bisa muncul. Sehingga tanpa penanganan yang tepat, bisa berakibat fatal.

Beberapa upaya kesehatan bisa dilakukan untuk mengendalikan risiko pada kelompok ini diantaranya dengan mengupayakan agar persalinan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan serta menjamin tersedianya pelayanan kesehatan sesuai standar pada kunjungan bayi baru. Jenis – jenis komplikasi neonatal yaitu asfiksia, tetanus neonatorum, sepsis, trauma lahir, BBLR, sindrom gangguan pernafasan dan kelainan neonatal.

“Penanganan neonatus dengan komplikasi dapat dilakukan oleh perawat, bidan dan dokter baik yang berada di Polides, Puskemas Pembantu, Puskemas, rumah sakit dan klinik kesehatan ibu dan anak,” tambahnya.

Sementara itu tambah dr Siti Dara, Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat. AKB tidak hanya mencerminkan besarnya masalah kesehatan berkaitan dengan penyakit diare, ISPA, masalah gizi dan penyakit infeksi lainnya tetapi juga berhubungan dengan tingkat kesehatan ibu, gizi keluarga, tingkat pendidikan ibu, serta pendapatan dan sosial ekonomi keluarga.

Angka kematian bayi di Aceh dalam tahun 2021 sebesar 11 per 1.000 kelahiran hidup mengalami peningkatan dibandingkan empat tahun sebelumnya yaitu tahun 2017-2020 yang hanya sebesar 9 per 1.000 kelahiran hidup. Kesehatan ibu waktu hamil sangat berperanan terhadap besarnya angka kematian bayi.

“Gangguan perinatal adalah salah satu dari sekian faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan ibu selama hamil sedangkan gangguan pernafasan kemungkinan besar disebabkan reflek yang kurang baik dan berhubungan dengan perkembangan fungsi dan organ janin yang kurang sempurna, hal-hal tersebut juga berhubungan dengan kesehatan ibu selama hamil serta asfiksia pada penanganan proses persalinan,” tambahnya.

Selain itu tambah dr Siti Dara, kematian Balita merupakan kematian yang terjadi pada bayi/anak usia 0-59 bulan (bayi dan anak balita) tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri. Angka kematian balita adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian balita (umur 0-5 tahun) dari setiap 1.000 kelahiran hidup.

Angka kematian balita menggambarkan tingkat permasalahan anak balita pada pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Posyandu. Faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan anak balita seperti gizi, sanitasi, penyakit infeksi dan kecelakaan.[Adv]

 

 

 

 

 

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah