27.2 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

3,8 Kilometer Jalan Aspal Penentu Masa Depan Bocah Lapeng

BANDA ACEH | ACEH INFO – Anak-anak di Desa Lapeng Kecamatan Pulo Aceh selama ini hanya menempuh pendidikan tingkat sekolah dasar saja. Mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan ke tingkat lanjut apalagi tingkat menengah, lantaran buruknya jalur transportasi keluar masuk ke Gampong Lapeng.

Perjuangan panjang tokoh-tokoh Lapeng hanya mampu menghadirkan satu Sekolah Dasar di desa tersebut. Pendidikan itu pun belum optimal karena terkendala moda transportasi menuju Lapeng dari desa tetangga.

Hal ini diakui oleh Keuchik Gampong Lapeng Pulo Aceh, Muhammad. Dia mengatakan, selama ini anak-anak di desanya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lantaran ketiadaan jalan darat ke sekolah terdekat. Sementara di desa tersebut saat ini hanya memiliki satu unit sekolah dasar.

“SMP letaknya di desa tetangga,” kata Muhammad, Sabtu, 22 Januari 2022.

Dia mengatakan sudah lama warga Lapeng tidak memiliki akses jalan, yang memudahkan anak-anak untuk sekolah ke jenjang SMP.

Hal ini disampaikan Muhammad dalam seremoni peresmian Jalan Balu-Lapeng di Pulo Aceh. Jalan tersebut baru saja dikerjakan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan sumber dana APBN DIPA BPKS Tahun Anggaran 2021.

Pembangunan ruas jalan Balu-Lapeng yang memiliki panjang 3,8 Kilometer dengan lebar 4 meter tersebut menghabiskan uang sebesar Rp 17.589.900.000. Keberadaan Jalan Balu – Lapeng cukup strategis karena merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Gampong Lapeng dengan desa lain di kawasan itu.

Muhammad menyebutkan, sebelum rampungnya pembangunan jalan Balu – Lapeng, warga desanya lebih menggunakan laut sebagai jalur perlintasan lantaran tidak tersedianya jalan darat yang memadai. Karena itu Muhammad sangat gembira dengan telah terbukanya jalur perlintasan darat yang layak.

Secara geografis, Desa Lapeng terletak pada gugusan Pulo Breueh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Desa ini sekarang dihuni oleh 56 Kepala Keluarga (KK) dan memiliki anugerah alam yang melimpah, baik di sektor perikanan maupun perkebunan.

Mayoritas penduduk Lapeng berprofesi sebagai nelayan sekaligus penggarap kebun. Namun, hasil alam tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik lantaran buruknya akses jalan di kawasan tersebut.

Jalur transportasi laut yang menjadi akses satu-satunya juga tidak rutin beroperasi di Lapeng. Kondisi inilah yang membuat mereka sering menempuh jalur setapak untuk mengangkut hasil laut dan kebun ke desa terdekat.

Padahal, Lapeng berada dekat dengan kota kecamatan, Lampuyang. Desa Lampuyang ini merupakan sentra pengepulan hasil laut maupun darat dari Pulo Aceh untuk dibawa ke Banda Aceh.

Ketiadaan jalan darat yang layak untuk menghubungkan Lapeng dengan desa sekitar pun, membuat pendidikan di gampong tersebut sedikit tersendat. Guru sekolah dasar yang menjadi satu-satunya sekolah di Lapeng bahkan acapkali kesulitan datang ke sekolah untuk mengajar, karena jarak dan buruknya transportasi darat ke kawasan itu.

Muhammad berharap dengan terbukanya jalan Balu-Lapeng yang layak itu bakal membuat pendidikan anak-anak di desanya dapat lebih berkembang dari sebelumnya.

“(Jalan) ini juga akan sangat bermanfaat dalam membawa orang sakit untuk berobat ke puskesmas,” kata Muhammad.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS