30.3 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Bagaimana Caranya Jadi Content Creator Kaya Raya Seperti Raffi dan Nagita

JAKARTA | ACEH INFO – Di era digital saat ini jenis pekerjaan yang menghasilkan uang menggiurkan kian beragam, tak melulu harus menjadi petinggi perusahaan atau pebisnis sukses lagi untuk menikmati dompet tebal. Bisa juga menjadi content creator bak Raffi Ahmad-Nagita Slavina yang baru dinobatkan Forbes sebagai The Sultans of Content.

Menjadi content creator di sosial media, mulai dari Youtube, Instagram, Tik Tok, dll, bisa menjadi pilihan bagi anak muda zaman sekarang. Tak heran jika banyak anak-anak kini yang bercita-cita ingin menjadi Youtuber.

Menggiurkannya pendapatan dari membuat konten sosial media bisa dilihat dari daftar panjang content creator yang menghasilkan uang lebih dari para CEO.

Forbes mencatat pada tahun lalu ada tujuh selebritas TikTok yang meraup penghasilan US$55,5 juta, meningkat 200 persen dibandingkan sebelumnya.

Sebagai perbandingan, rata-rata gaji untuk tingkat Chief Executive di S&P 500 adalah US$13,4 juta atau setara dengan Rp192 miliar per tahun pada 2020 berdasarkan analisis Wall Street Journal dari data MyLogIQ.

Seorang penari asal Amerika Serikat, Charli D’Amelio dengan 133 juta followers di akun TikTok-nya mengantongi US$17,5 juta atau setara dengan Rp251 miliar. Pendapatannya jauh lebih tinggi dibandingkan penghasilan CEO Exxon Mobil Darren Woods (US$15 juta) dan CEO Starbucks Kevin Johnson (US$14,7 juta).

Kisah sukses pasangan selebritas Raffi Ahmad-Nagita Slavina bisa jadi contekan. Maklum, RANS Entertainment, perusahaan besutan keduanya berhasil menarik 22,9 juta subscriber di Youtube. Konten dalam channel RANS Entertainment telah ditonton lebih dari 5,09 miliar kali.

Lantas, bagaimana caranya kaya raya sebagai seorang content creator?

1. Bidik Pasar yang Dituju

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyebut untuk bisa sukses menjadi seorang content creator, Anda harus tahu pasar atau kelompok mana yang ditargetkan menjadi penikmat konten Anda.

Ia menyebut seorang content creator harus bisa membuat konten menarik untuk pasar tersebut. Misalnya, untuk seorang content creator di bidang kuliner, Anda harus bisa membuat konten dengan tema sejenis tapi punya keunikan sendiri, sehingga berbeda dari content creator kuliner lainnya.

Andy juga menyarankan untuk banyak melakukan riset dan melihat apa kunci kesuksesan dari content creator lainnya.

“Pertama harus tahu menyasar pasar mana, mencari tahu konten apa yang beda dengan yang lain,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/2).

Dengan mengetahui pasar terkait, ia menilai content creator dapat berkreasi, namun tetap menciptakan produk yang padat dan informatif.

2. Kreatif dan Punya Branding Kuat

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan kunci memenangkan industri content creating adalah dengan memiliki branding yang kuat dan selalu punya ide kreatif baru yang mengundang klik.

Dari pengalamannya membuat konten terkait edukasi keuangan, Safir menyebut konten yang dibuat tak bisa datar saja, harus ada gimmick tertentu yang dibuat agar masyarakat penasaran untuk menonton.

Untuk self branding, ia mengambil influencer Atta Halilintar sebagai contoh. Berbagai aksesoris seperti bandana, kaca mata, hingga rambut berwarna ngejreng dipakai Atta sebagai idenditasnya di dunia maya. Atau Sisca Kohl yang punya konsep pembawaan narasi datar apa pun isi kontennya.

Idenditas itu pula yang membedakan mereka dari influencer lain yang menyajikan konten serupa.

“Pokoknya konsep, konsep, konsep, harus punya konsep beda dan kuat. Jangan lupa orang Indonesia mudah datang ke channel kalau kita punya konsep beda,” imbuh dia.

3. Lihai Membaca Tren

Andy dan Safir sepakat keahlian membaca tren adalah skill mutlak yang harus dimiliki oleh seorang content creator. Salah satu kunci dalam membaca tren adalah mengikuti perkembangan topik terhangat di sosial media.

Safir menyebut content creator yang pandai mampu membuat konten yang dekat dengan isu sedang trending atau banyak dicari masyarakat. Misalnya, mereka yang berkecimpung di dunia mukbang harus mencoba makanan dari warung yang viral atau bahkan mengkreasikan makanan yang sedang banyak dicari menjadi menu baru yang menggugah selera.

Andy mengatakan content creator tidak boleh ‘kaku’ dan hanya terpaku pakem tertentu, tapi harus bisa mengkreasikan brandingnya dengan tren terbaru.

“Harus bisa mengikuti topik/tren dan menyesuaikan dengan tren,” imbuhnya.

4. Punya Engagement Tinggi

Andy menyatakan dalam membuat konten, Anda harus mampu berkomunikasi dua arah atau membuat penonton merasa berhubungan dengannya. Jika penonton bisa merasa konten itu dekat dengan mereka, maka engagement yang didapat pun bisa tinggi.

Dalam dunia perkontenan, menarik tidaknya sebuah video tak hanya dilihat dari jumlah penonton, tapi juga berapa lama mereka menghabiskan waktu menyaksikan. Jika banyak penonton yang setop menyaksikan hanya beberapa menit pertama saja, artinya engagament yang dihasilkan tak memuaskan.

Engagement penting untuk dipertahankan karena hal tersebut pula yang dievaluasi oleh perusahaan yang ingin mengiklankan produknya ke content creator. Karena itu, untuk bisa kaya raya dari membuat konten, Anda harus mampu mempertahankan engagement tinggi.

Engagement juga bisa diartikan Anda mampu memengaruhi penonton untuk mengambil keputusan melakukan atau membeli sebuah produk. Misalnya, seorang content creator reviewer bisa membuat penontonnya membeli produk yang ia nilai bagus.

“Termasuk engagement membuat followers engga sekedar nonton tapi merasa diajak komunikasi relate sama mereka,” terang dia.

5. Mampu Mengelola Keuangan dengan Baik

Walau tak berhubungan dengan dunia konten, tapi Safir menilai setiap content creator harus memiliki skill manajemen uang yang baik. Pasalnya, jika tidak, berapa pun uang yang dihasilkan tak akan memaksimalkan sisi finansial mereka.

Terlebih, jika channel sudah besar, maka otomatis Anda harus mempekerjakan karyawan dan makin banyak merek yang ingin bekerja sama. Jika tak punya skill mengelola keuangan yang mumpuni, bisa jadi Anda malah keteteran dengan besarnya pemasukan dan tanggung jawab.

Jika melirik Raffi Ahmad misalnya, ia memulai kariernya sebagai host, pemain film, dan penyanyi tapi kemudian ia mampu beralih menjadi pebisnis handal hingga mendirikan kerajaan entertainment-nya sendiri.

Melihat itu, Safir menilai hal tersebut tak terlepas dari manajemen keuangan yang baik. “Berapa pun penghasilan yang didapatkan harus bisa kelola uang, percuma saja karena kalau sudah bagus, penonton setia, engga bisa kelola pengahasilannya sayang juga,” pungkasnya.[]

spot_img
Kontributor :CNN Indonesia

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS