29.6 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Ayah Lima Anak Ini Hidupi Keluarga dari Anyaman Rotan, Butuh Bantuan Modal 

LHOKSEUMAWE I ACEH INFO – Ilyas A, pengrajin rotan di Kota Lhokseumawe, Aceh ini menafkahi keluarga dari hasil anyaman rotan.

Rotan-rotan dijadikan anyaman kursi, meja, ayunan serta kreasi lainnya dijual olehnya untuk bisa menghidupi keluarganya.

Pria berumur 60 tahun ini menekuni bidang kreasi tangan tersebut dimulai semenjak dirinya masih SD.

Kemampuan membuat rotan diwarisi dari ayahnya dulu dan kembali dikembangkan olehnya.

“Dari SD tahun 1981 sudah mulai menekuni bidang ini, dulu saya pertama di Indrapuri Banda Aceh dan selanjutnya pindah ke Bireuen,” katanya.

Kemudian pada tahun 2000 Ilyas dan keluarga pindah ke Lhokseumawe dan pertama kerja di daerah Cunda.

Kemudian memasuki 2003 dirinya mendirikan usahanya sendiri di rumah di Gampong Padang Sakti. Dan mulai meneruskan usaha rotan untuk dijual.

Rotan-rotan yang dibuat Ilyas menjadi beberapa kreasi seperti kursi, meja, ayunan, kuda-kudaan, serta penutup makanan dijual olehnya dengan harga-harga yang bermacam variasi.

“Mulai dari 500 ribu sampai satu jutaan, seperti dua kursi dan satu meja itu harganya satu juta rupiah satu paket itu,” tuturnya.

Rotan-rotan yang sudah jadi barang siap pakai dijual langsung di depan rumahnya yang berada tepat di pinggir jalan Gampong Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Rotan-rotan tersebut didapatkan oleh Ilyas dengan cara dibeli dari pemilik kebun di kilometer 35 Takengon.

Selain menjual kreasinya di depan rumah dirinya juga menerima pesanan dari rumah makan serta taman bermain.

“Ya selain menjual didepan rumah, ada juga pesanan seperti dari rumah makan nanti atau taman bermain,” jelas Ilyas.

Namun usahanya sekarang sepi dari pembeli semenjak Covid-19 kemarin, kendala tersebut yang kemudian menyebabkan mengurangi pesanan-pesanan tersebut.

“ya sekarang sepi gak ada pesanan dan tidak ada pembeli, semenjak Covid kemarin pesanan mulai berhenti sampai sekarang kalau ada mungkin 6 bulan sekali nanti masuk pesanan meja atau kursi,” katanya.

Ilyas mengaku tidak punya modal untuk mengembangkan usahanya tersebut, saat ini dirinya hanya membuat barang-barang tersebut jika ada yang memesannya.

“Mau kita kembangkan enggak ada modal, karena hasil dari jualan ini, untuk sehari-hari makan keluarga,”paparnya.

Pewarta : Maulidi Alfata 

Kontributor :Maulidi Alfata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI