26.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Bank Aceh Akan Buka 5.000 Kios Action Link

BANDA ACEH | ACEH INFO – Bank Aceh akan memperluas layanan digital hingga ke pelosok dengan membuka 5.000 kios Aceh Transaksi Online (Action) Link. Layanan mobile banking ini memudahkan nasabah melakukan transaksi melalui smartphone. Bank kebanggaan rakyat Aceh ini juga sedang memersiapkan diri menjadi bank devisa.

Hal itu disampaikan manajemen Bank Aceh dalam silaturrahmi Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh, Muhammad Syah, Rabu, 15 Maret 2022 di Gedung Action Center Bank Aceh. Dalam pertemuan tersebut Muhammad Syah didampingi Direktur Operasional Lazuardi, Direktur Kepatuhan Yusmal Diansyah dan Kepala Divisi Corporate Secretary (Coraty) Said Zainal Arifin.

Dalam pertemuan tersebut Muhammad Syah berharap dukungan dari media untuk terus mempublikasikan kegiatan-kegiatan, produk layanan, dan kinerja Bank Aceh kepada khalayak secara konstruktif dan berimbang, sehingga Bank Aceh bisa tumbuh menjadi lebih baik.

Baca Juga: Bank Aceh Setor Deviden Rp 295 Miliar

“Selaku Dirut pertama-tama saya ucapkan terimakasih banyak atas dukungannya selama ini. Saya berharap dukungan dan kerja sama yang baik yang sudah terjalin selama ini bisa terus ditingkatkan,” harapnya.

Muhammad Syah menambahkan, peran media sangat penting dalam melakukan publikasi kegiatan perbankan di Aceh, khususnya Bank Aceh, selama ini terkesan seolah-olah kurang menyentuh pembiayaan ke sektor produktif, padahal itu sudah dilakukan.

“Selama ini mengesankan seolah-olah Bank Aceh kurang menyentuh ke sektor produktif, padahal itu sudah dilakukan, publikasi yang kurang dari rekan-rekan media mungkin menyebabkan itu. Ke depan hubungan baik dengan rekan-rekan media akan terus kita tingkatkan, sehingga informasi terkait kegiatan Bank Aceh bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” tambah Muhammad Syah.

Baca Juga: Bank Aceh Fokus Pada Pembiayaan Sektor Produktif

Pada kesempatan yang sama Direktur Operasional Bank Aceh Lazuardi menambahkan, dalam waktu dekat Bank Aceh terus melakukan pengembangan jaringan ke seluruh Aceh, terus berbenah untuk menyediakan layanan perbankan hingga ke daerah terpencil, 5.000 kios Action Link di seluruh Aceh, sehingga kehadiran Bank Aceh benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu Direktur Kepatuhan Bank Aceh Yulmal Diansyah menjelaskan, secara umum berdasarkan penilaian regulator, Bank Aceh berada pada peringkat kedua dari 5 tingkat perangkingan perbankan di Indonesia. Artinya, Bank Aceh mampu menangani semua permasalahan secara komprehensif.

Bank Aceh juga baru-baru ini sudah meraih sertifikasi Standar Nasional Indonesia ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). ISO 37001 merupakan sebuah standar yang dirilis sejak 2016, yang mengatur tentang sistem manajemen anti penyuapan atau yang dikenal dengan istilah SMAP. Sebagai sebuah standar, ISO 37001 berupaya untuk membangun konteks bisnis global yang berintegritas didasari oleh nilai etika dan tata kelola.

Baca Juga: Bank Aceh Raih Sertifikasi SNI ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Ppenyuapan

“Kami terus menjaga agar Bank Aceh tetap berada pada koridornya, kita akan kejar hal-hal yang selama ini mungkin masih tertinggal. Kita upayakan dalam tahun 2024 Bank Aceh akan menjadi bank devisa, sehingga nasabah bisa membuka rekening valas, seperti nasabah dari perusahaan ekspor impor dan sejenisnya,” jelas Yusmal Diansyah.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS