27.2 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Bentrokan Pecah, Pasukan Israel Serang Masjid Al Aqsa Jelang Subuh

AL QUDS | ACEH INFO – Pasukan Israel menyerang Masjid Al Aqsa menjelang salat Subuh, Jumat, 15 April 2022. Bentrokan pecah dan menyebabkan sekitar 90 warga Palestina luka-luka.

Informasi dari pengelola Masjid Al Aqsa, Wakaf Islam menyebutkan, pasukan Israel mulai memasuki kompleks suci ketiga umat Islam itu kala ribuan warga hendak menunaikan salat Subuh. Sementara menurut otoritas Israel, pasukannya memasuki kompleks Al Aqsa untuk mengangkut batu-batu yang telah dikumpulkan guna mengantisipasi kekerasan.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Israel, lewat akun Twitter-nya, turut menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan, puluhan pria bertopeng membawa bendera Palestina dan Hamas berbaris ke kompleks Al Aqsa pada Jumat pagi. Mereka disebut mengumpulkan batu.

“Polisi dipaksa masuk ke halaman untuk membubarkan kerumunan dan memindahkan batu-batu tersebut, guna mencegah kekerasan lebih lanjut,” kata Kemenlu Israel.

Pada momen itulah bentrokan pecah.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, warga Palestina melemparkan batu ke arah pasukan keamanan Israel. Pasukan Israel membalasnya dengan menembakkan gas air mata dan granat kejut. Sebagian warga berlari memasuki masjid.

Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan sebanyak 90 warga warga terluka dan telah dibawa ke rumah sakit. Wakaf Islam mengungkapkan, salah satu penjaga Masjid Al-Aqsa turut tertembak peluru karet di bagian mata.

Puluhan ribu warga Palestina diperkirakan akan berkumpul kembali pada momen salat Jumat. Saat ini memang tengah terjadi ketegangan di wilayah Palestina yang diduduki. Hal itu menyusul adanya serangkaian serangan yang menargetkan warga Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Sejauh ini setidaknya 15 warga Israel dilaporkan tewas akibat serangan-serangan tersebut.

Pasukan Israel kemudian melakukan gelombang penangkapan dan operasi militer di wilayah Tepi Barat. Warga Palestina melakukan perlawanan dan akhirnya terlibat bentrok. Sejauh ini, beberapa warga Palestina sudah dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Israel.

Seruan ke Umat Kristen Bela Al-Aqsa

Eskalasi di Masjid Al-Aqsa terjadi setelah adanya seruan dari kelompok Yahudi ekstremis untuk menggeruduk situs tersuci ketiga umat Islam tersebut selama liburan Paskah Yahudi.

Mereka hendak melakukan ritual kurban di halamannya. Ada kepercayaan di antara umat Yahudi bahwa Al-Aqsa berdiri atau dibangun di atas reruntuhan The Second Temple (Bait Suci Kedua) atau dikenal pula dengan Kuil Herodes.

Ketua World Popular Organisation for Jerusalem Justice and Peace, Pastor Manuel Musallam sempat membalas seruan itu dengan mengatakan bahwa umat Kristen bersama Muslim Palestina akan mati untuk membela Masjid Al-Aqsa.

“Kami akan mati kuat dengan kepala tegak di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem. Kami tidak akan pernah menyerahkan kunci situs suci ini apa pun konsekuensinya,” ujar Pastor Musallam pada Rabu (13/4/2022), dikutip laman Middle East Monitor.

Dia menekankan, niatan untuk melakukan ritual kurban suci Yahudi di area Masjid Al-Aqsa menunjukkan bahwa Zionis sedang bermanuver.

“Zionis tengah bermanuver untuk menduduki masjid, (hendak) menghancurkannya, dan membangun kuil yang mereka duga di tempatnya,” ujar tokoh senior Kristen di Palestina tersebut

Pastor Musallam mengatakan, umat Kristen di Yerusalem akan membela Masjid Al-Aqsa dari ancaman Zionis dan ekstremis Yahudi. Umat Islam, kata dia, akan turut membela Gereja Makam Suci.

“Kita semua berasal dari bangsa yang sama dan budaya yang sama. Al-Aqsa memanggil kalian dan matanya menangis, jadi jangan gagal,” katanya.

Ketegangan Akibat Serangkaian Serangan

Saat ini memang tengah terjadi ketegangan di wilayah Palestina yang diduduki. Hal itu menyusul adanya serangkaian serangan yang menargetkan warga Israel dalam beberapa pekan terakhir. Sejauh ini setidaknya 15 warga Israel dilaporkan tewas akibat serangan-serangan tersebut.

Pasukan Israel kemudian melakukan gelombang penangkapan dan operasi militer di wilayah Tepi Barat. Warga Palestina melakukan perlawanan dan akhirnya terlibat bentrok. Sejak Rabu hingga Jumat, setidaknya tujuh warga Palestina sudah dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Israel.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, seperti dilansir republika.co.id, menyerukan perlindungan internasional bagi warganya di tengah eskalasi yang mengkhawatirkan di Tepi Barat. Seruan itu disampaikan saat dia bertemu Perwakilan Khusus Uni Eropa untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Sven Koopmans di Ramallah pada Kamis (14/4/2022) malam.

Dalam pertemuan itu, Abbas mengungkapkan, serangkaian serangan yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan “tak tertanggungkan”.

“Dia (Abbas) mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Uni Eropa bersama dengan negara anggotanya atas posisi politik mereka dalam mendukung perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan hukum internasional serta hak Palestina untuk memperoleh kebebasan dan kemerdekaan,” kata kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya.

Sementara itu, Sven Koopmans mengungkapkan, pertemuannya dengan Abbas berlangsung produktif.

“Pertemuan yang baik dan produktif dengan Presiden Abbas malam ini untuk membahas masalah saat ini dan untuk mengeksplorasi apa yang dapat kami sumbangkan guna memperbaiki situasi serta bekerja menuju perdamaian,” kata dia lewat akun Twitter pribadinya.

Koopmans menegaskan komitmen Uni Eropa terhadap pencapaian solusi dua negara Israel-Palestina berdasarkan hukum internasional. Perhimpunan Benua Biru pun ingin melanjutkan kerja sama ekonomi dan memperkuat kemitraan dengan Palestina.

Penggerudukan Al Aqsa Bentuk Penistaan

Palestina menyerukan masyarakat internasional untuk segera melakukan intervensi guna menghentikan tindakan agresif Israel.

Juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh secara khusus menyoroti aksi pendobrakan aula al-Qibli, satu dari tujuh masjid yang berada di kompleks Al-Aqsa.

“Ini tindakan serius, tindakan penistaan, dan sama saja dengan mendeklarasikan perang terhadap rakyat kami Palestina,” ucapnya, dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA.

Dia pun menyoroti aksi pemukulan jamaah Muslim warga Palestina saat pasukan Israel menyerbu aula utama di Masjid Al-Aqsa. Foto yang beredar memperlihatkan warga Palestina tertidur telungkup di atas karpet masjid dengan tangan terikat ke belakang.

“Intervensi segera oleh komunitas internasional diperlukan untuk menghentikan agresi Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan mencegah hal-hal di luar kendali,” ujar Abu Rudeineh.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS