28.7 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

BI Buka Kompetensi Mata Uang Digital Berhadiah Ratusan Juta

JAKARTA | ACEH INFO – Bank Indonesia (BI) bersama Bank for International Settlements (BIS) Innovation Hub mengajak para inovator dunia untuk memecahkan tantangan mata uang digital. Ajang kompetisi internasional ini dibuka Senin, 25 April 2022 saat peluncuran G20 Techsprint Initiative 2022 sebagai salah satu side event Presidensi G20 Indonesia.

Kompetisi terbuka untuk umum. Individu/komunitas dapat berpartisipasi dengan mengunjungi laman www.G20TechSprint.id, untuk mengakses menu antara lain pendaftaran, pembuatan prototipe, dan penjurian proposal secara online. Penyampaian proposal kompetisi dilakukan selambatnya tanggal 22 Mei 2022.

Pemenang untuk setiap kategori (problem statement) akan mendapatkan hadiah sebesar Rp770.000.000 (±USD 53.000). Semua proyek terpilih menerima tunjangan sebesar Rp 145.000.000 (± USD10.000). Informasi lebih lanjut mengenai TechSprint 2022 tersedia melalui www.G20TechSprint.id.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 4,53 Miliar Dolar AS

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono melalui keterangan tertulis No.24/116/DKom menjelaskan, kompetisi tersebut bertujuan untuk menggali inovasi dalam rangka mengembangkan solusi mutakhir berbasis teknologi yang berkesinambungan.

“Kegiatan yang pertama kali dilaksanakan pada Presidensi Arab, pada tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga dan di bawah Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema terkait Central Bank Digital Currencies (CBDCs),” jelasnya.

Erwin Haryono menambahkan, sebagaimana disampaikan  Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam sambutannya bahwa tujuan akhir dari CBDC dapat dicapai melalui pengakuan akan pentingnya pemahaman bersama mengenai teknologi dan kolaborasi inklusif di antara negara-negara maju dan berkembang, dimana hal ini merupakan tujuan utama presidensi G20.

“Melalui G20 TechSprint 2022, kami bermaksud mendorong dan mengajak komunitas tingkat internasional untuk menyampaikan solusi yang paling praktis dalam merancang dan mengimplementasikan CBDC,” ungkapnya.

Baca Juga: OJK Kembali Temukan 20 Investasi Ilegal

Sementara itu General Manager BIS, Agustín Carstens dalam pembukaan acara Techsprint mengungkapkan, terdapat keniscayaan bahwa CBDC memiliki banyak potensi untuk mendukung kepentingan publik di era uang digital ini. Kepercayaan masyarakat pada uang merupakan perekat sistem keuangan.

“Karena itu, seiring kemajuan teknologi, bank sentral harus memastikan bahwa sistem moneter secara fundamental tetap berlaku sebagai barang publik, termasuk harus menjaga stabilitasnya,” tegasnya.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS