26.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Duh, Ada Dewa Matahari di Lebak, Pengikutnya Dilarang Shalat

BANTEN| ACEHINFO- Seorang pria berusia 62 tahun berinisal NT alias Natrom mengklaim dirinya sebagai dewa matahari. Dia meminta para pengikutnya tidak melaksanakan shalat, yang diwajibkan agama Islam.

Natrom adalah warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Lebak, Provinsi Banten. Kabarnya dia memiliki banyak pengikut yang umumnya beragama Islam. Ketua MUI Kecamatan Bayah, Kaelani mengungkapkan, Natrom meminta agar pengikutnya tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW karena kastanya masih berada di bawah Natrom.

“Jadi dari keterangan pengikutnya, dia itu Bathara Surya (Dewa Matahari). Jadi dia itu raganya, dan Allah itu ada di dia. Nyebut Nabi Muhammad itu si Muhammad itu katanya kalah dengan si ayah ini, pokoknya dia itu lebih tinggi,” kata Kaelani, seperti dikutip Kumparan.

Pria yang oleh pengikutnya dipanggil sebagai ‘Ayah’ itu juga sempat menyatakan bahwa air zamzam merupakan air kencing dari orang-orang Badui di Arab Saudi. Pengikutnya juga dilarang untuk salat.

Kepolisian Lebak Banten akhirnya mengamankan Natrom ke Polres Lebak untuk dimintai keterangan. Sebab polisi khawatir dia akan menjadi bulan-bulanan massa karena mengaku sebagai dewa matahari dan meminta pengikutnya tak shalat.

Belakangan polisi menyebut Natrom mengidap ganguan jiwa.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap diduga pelaku NT alias AY ke dokter spesialis kejiwaan. Dan hasilnya yang bersangkutan diindikasikan mengalami psikopatologi yaitu ditemukan gejala gangguan jiwa,” kata Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Indik Rusmono, kepada wartawan, Rabu (13/7).

Nitron disarankan oleh tim dokter spesialis kejiwaan untuk menjalani kontrol ke psikiater dan rutin minum obat untuk mempercepat kesembuhan. “Disarankan sih kontrol dan minum obat ke psikiater,” ujarnya.

Polisi juga tidak menemukan adanya unsur tindak pidana penistaan agama terhadap Natrom selama proses pemeriksaan yang dilakukan. Pasalnya, Natrom tidak terbukti melakukan ajakan atau hasutan kepada pihak lain untuk mengikuti keyakinan pribadinya. Sehingga hanya terindikasi kesesatan dalam berpikir akibat mengalami gangguan kejiwaan.

“Dari semua pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan pemahaman yang salah dan kesesatan berpikir. Tetapi tidak masuk ke dalam penistaan agama, itu dikuatkan dengan tidak adanya ajakan atau hasutan yang dilakukan NT kepada pihak lain. Jadi itu hanya pemikiran dan keyakinan pribadi aja,” jelas Indik.

“Jadi hal yang tepat itu, NT ini dilakukan pembinaan secara agama. Dan juga dilakukan pengobatan secara medis terkait gangguan kejiwaannya,” tandasnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI