27 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Kobaran Harapan di Sumur Minyak Aceh Timur

IDI RAYEUK | ACEH INFO – “Lebih baik mati kebakaran daripada mati kelaparan”. Kalimatan itu  kerap menjadi cemeti bagi masyarakat Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yang bergantung hidup di sumur minyak tradisional di wilayah pedalaman itu.

Usaha pengeboran minyak mentah yang dilakukan warga secara swadaya dan swaskelola itu, ternyata mampu menyerap lapangan kerja yang cukup lumayan. Sebab kita tahu, angka pengangguran di wilayah itu masih cukup tinggi.

Ketua LSM KANA, Muzakkir, bilang, usaha pengeboran sumur minyak yang dilakukan secara tradisional yang sudah pasti tak berizin itu, sedikitnya dapat menyerap 5.000 pekerja. Karenanya, kejadian kebakaran sumur minyak dua pekan terakhir, membuat masyarakat di daerah itu cemas, karena terancam kehilangan mata pencaharian.

Berdasarkan hasil penelusuran LSM itu, masyarakat di sana sebut Muzakkir, sangat bergantung hidup dari hasil usaha pengeboran sumur minyak tradisional.

Dengan adanya usaha tersebut, masyarakat dapat menghidupi keluarga serta bisa memberi pendidikan yang layak bagi anak-anaknya.

“Bisa kita bayangkan bagaimana kehidupan masyarakat disana apabila tidak ada usaha pengeboran sumur minyak tradisional tersebut,” sebutnya kepada AcehInfo.

Sebelum ada pengeboran sumur minyak, Muzakkir bilang kasus kriminal di kecamatan itu cukup tinggi, karena terlalu banyak warga yang menganggur. Sejak sumur minyak itu mulai digali secara tradisional oleh warga beberapa tahun silam, taraf hidup masyarakat mulai meningkat.

“Coba tunjukkan dimana ada perusahaan di Aceh Timur yang menampung tenaga kerja ribuan orang selama ini,” sebut Muzakkir.

Karena itu pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan juga Pemerintah Aceh mencari solusi terbaik bagi warga yang mengantung hidup pada sumur minyak tradisional itu.

“Agar dapat membuat regulasi yang mengatur tentang pengeboran sumur minyak tradisional, supaya terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, dan dapat menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” katanya.[]

spot_img
Kontributor :Rilis/Zakaria

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS