27.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Lanal Lhokseumawe Kumpulkan Panglima Laot Se-Aceh di Pulau Seumadu

LHOKSEUMAWE I ACEH INFO – TNI Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe, kumpulkan panglima laut dalam wilayah Lanal mulai dari Pidie hingga Aceh Tamiang.

Kegiatan itu dilaksanakan di Pusat Pelatihan Putra Aceh untuk menyeleksi masuk TNI AL di kawasan Rancong, Pulau Seumadu, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat (11/2/2022).

Dalam pertemuan itu, para panglima laut dibekali tentang pengenalan tugas pokok TNI AL khususnya Lanal dan pengenalan fungsi-fungsi satuan dijajaran TNI AL, serta aturan hukum kelautan, khususnya terkait penggunaan pukat trawl yang dilarang serta alat tangkap lainnya.

Danlanal Lhokseumawe, Kolonel Marinir Dian Suryansyah, kepada wartawan, mengatakan, tugas mengumpulkan para panglima laut mengenalkan tentang angkatan laut, keamanan laut dan berupaya menjadikan Para Panglima Laot sebagai mitra TNI AL dalam berbakti kepada masyarakat khususnya daerah pesisir.

Tim KSOP dan Dinas Perikanan juga diundang untuk menjelaskan bagaimana keabsaan surat, dan siapa saja yang mengeluarkan surat keterangan kapal tangkap bagi nelayan, sehingga menjadikan pemahaman penting yang harus diketahui setiap nelayan agar administrasi dalam rangka menjaga keselamatan perikanan di laut.

Terkait dengan masalah pukat trawl yang dilema khususnya bagi para nelayan di Aceh, yang mana satu sisi menguntungkan nelayan kecil yang menggantungkan hasil tangkapannya di daerah pesisir yang dekat, namun disisi lain para nelayan trawl juga tidak mampu mengganti alat tangkap baru karena harga alat tangkap pukat resmi yang cukup mahal sementara alat tangkap bekas trawl lama juga tidak laku dijual.

“Untuk sementara kita meminta mereka (nelayan trawl) untuk tidak memasuki 12 mil laut, karena ini adalah wilayah laut untuk nelayan-nelayan kecil kita. Karena kapal kapal nelayan kecil tidak bisa menangkap ikan di atas 12 Mil,” pinta Danlanal.

TNI AL Lanal Lhokseumawe melalui kegiatan Pembinaan Potensi Maritim, siap membantu masyarakat dalam pengembangan Panglima Laut terutama pesisir pantai, keamanan giat wisata di laut, dan pelatihan para pemuda pemudi anak nelayan, untuk menjadi calon Prajurit TNI AL, maupun pemuda bahari yang akan menjadi penggerak motor di daerahnya.

“Harapan kita, dengan kegiatan ini masyarakat meningkat ekonominya dan kesejahteraannya, agar dapat terhindar dari perbuatan-perbuatan yang ilegal,” kata Kolonel Dian.

Terkait penggunaan pukat trawl dari sebagian nelayan, melihat dulu kapasitas Kapalnya berapa. Jika kapal kecil, tentunya mereka hanya bisa mencari ikan di wilayah peisisir dekat 12 juta, kita akan tahu mereka untuk mengganti pukatnya dengan yang resmi. ika kita bisa bantu, maka kita akan bantu cari solusinya.

Jika kapasitas kapalnya besar untuk mampu melaut sampai di luar laut teritorial 12 mil, silakan ke luar agar tidak mengganggu masyarakat (nelayan boat kecil) yang ada di sini, namun toleransi ini lama, harapannya mereka nelayan Trawl tetap mengganti pukatnya dengan pukat yang diizinkan setelah mendapat hasil tangkapan yang dapat digunakan untuk membeli pukat baru.

EDITOR : FERIZAL HASAN 

 

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS