27.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Larang Masuk UAS, Singapura Hina Indonesia

JAKARTA|ACEHINFO-Singapura dikecam karena melarang masuk dan mendeportasi penceramah kondang Indonsia Ustadz Abdul Somad. Pihak imigrasi Singapura menolak kedatang ulama yang berpengaruh itu ke negaranya.

Politikus Gerindra, Fadli Zon menyebut tindakan Imigrasi Singapura itu sebagai penghinaan. Menurutnya, UAS merupakan ulama dan intelektual terhormat di Indonesia.

“UAS adalah warga negara Indonesia terhormat, seorang ulama dan intelektual. Kejadian ini penghinaan,” kata Fadli melalui akun Twitternya, Selasa (17/5).

Dia menyebut Imigrasi tak memberikan keterangan jelas mengenai alasan pendeportasian itu. Perlakuan terhadap ulama tersohor asal Indonesia itu disebut adalah perbuatan yang tak pantas.

“Sangat tak pantas pihak Singapura memperlakukan UAS seperti itu, termasuk ‘deportasi’ tanpa penjelasan,” ujarnya.

Ustad Abdul Somad mengaku ke Singapura bersama keluarganya dari Batam untuk berlibur. Saat tiba di bandara dan melewati proses pemeriksaan, istri, anak serta sahabatnya diizinkan masuk.

Namun seorang petugas menarik dirinya. Padahal, menurutnya, seluruh berkas mereka untuk masuk ke negara itu sudah lengkap.

“Jadi begitu saya mau keluar, ada pegawainya yang bawa tas saya, saya disuruh duduk di pinggir jalan dekat Imigrasi. Tas ini sebetulnya tas ustazah, isinya keperluan bayi. Jadi maksud saya mau kasih tas ini kepada ustazah yang udah lepas di sana,” kata UAS.

Petugas itu tak membolehkan UAS untuk mengikuti rombongannya. Padahal UAS membawa tas perlengkapan bayinya.

“Dia tak kasih tas ini, tak boleh lewat ke sana. Padahal orang ada di situ. Jadi luar biasa juga orang Singapura ni. Tas pun tak dikasihnya, untuk bayi pun tak dikasih,” ujarnya.

Petugas itu mempertanyakan kedatangannya ke Singapura. Kepada petugas itu, UAS mengaku berlibur bersama keluarga. Namun, petugas itu justru menjemput rombongan keluarganya yang awalnya telah diizinkan masuk.

Mereka pun dibawa ke dalam ruang pemeriksaan Imigrasi. Ia mengaku petugas memisahkan ruang antara dirinya dengan rombongan.

“Saya dimasukkan ke dalam ruangan, lebar semeter, panjang dua meter, pas macam liang lahat. Satu jam saya di situ,” katanya.

Sejam di ruangan itu, ia kemudian dipindahkan dan bergabung dengan rombongannya. Mereka ditahan beberapa jam sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

“Setengah lima sore, kapal terakhir baru dipulangkan. Memang lah orang ini luar biasa,” ujarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, menjelaskan soal pengakuan UAS yang dideportasi imigrasi Singapura.

“Saya sudah minta penjelasan dari ICA [Otoritas Imigrasi dan pemeriksaan Singapura]. Menurut mereka, ICA memang menetapkan not to land [tak boleh mendarat] kepada UAS karena tidak memenuhi kriteria untuk eligible (memenuhi syarat) berkunjung ke Singapura,” ungkap Suryopratomo.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS