27.2 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Lintas Organisasi Peringati International Women’s Day Bersama Rohingya 

LHOKSEUMAWE I ACEH INFO – Lintas organisasi di Aceh peringati Hari Perempuan Sedunia (International Women Day’s) bersama pengungsi Rohingya, di Kamp BLK Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (8/3/2022).

Lintas Organisasi tersebut antara lain, Geutanyoe Malaysia melalui Yayasan Solidaritas Aksi Peduli (YSAP) berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lhokseumawe, Human Initiative (HI), Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI), dan UNHCR Indonesia.

Mereka menggelar “Gathering With Rohingya Community and Fun Learning Day”, di Kamp BLK Kandang, Lhokseumawe. Kegiatan tersebut dalam rangka memeraihkan Hari Perempuan Internasional. Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret.

Peringatan Hari Perempuan Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan informasi dan menghilangkan diskriminasi terhadap perempuan.

Tahun ini Hari Perempuan Sedunia menggunakan tema #BreakTheBias dengan harapan dapat menghilangkan bias terhadap kaum perempuan yang terjadi selama ini.

Koordinator Program YSAP Agustia mengatakan, acara ini terdiri dari kegiatan yang berkolaborasi dengan teman-teman dari kegiatan kemanusiaan yang saat ini juga terlibat dalam penanganan Pengungsi Rohingya.

“Jadi ini memang sudah kita siapkan jauh-jauh hari bersama tim dan ada dua agenda utama kita hari ini yaitu, memasak bersama dan lomba untuk anak-anak,” kata Agustia.

Pengungsi Rohingya difasilitasi oleh YSAP dan dibantu teman-teman dari organisasi lain untuk memasak menu makanan mereka sendiri yaitu Lurifida (menu daging khas Rohingya), yang dimasak sendiri oleh perempuan dan laki-laki Rohingya.

Di waktu yang bersamaan ada beberapa lomba yang berisikan materi edukasi yang dikemas dalam bentuk permainan guna membentuk pembelajar yang mandiri.

Gathering ini diharapkan mampu memberikan ruang dan kesempatan bagi pengungsi perempuan Rohingya agar dapat mengalirkan hobi mereka melalui memasak yang mungkin sedikit terbatas selama di penampungan kamp.

Kegiatan seperti ini pentingnya peran perempuan dalam masyarakat, terlepas dari siapa pun mereka. 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program kami untuk mendorong pengungsi Rohingya agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan menumbuhkan rasa dekat dengan masyarakat lokal serta menjadi momentum bagi perempuan Rohingya agar lebih aktif lagi kedepannya,” terang Agustia.

Khusus untuk anak-anak Rohingya, lomba menyeberang sungai, oper karet, lomba membawa kelereng dalam sendok, tiup bola air, dan lomba oper tepung.

“Lomba ini bertujuan untuk melatih kekompakan dan mengetahui sejauh mana kemampuan motorik kasar dan kognitif mereka yang selama ini telah mengikuti proses edukasi di kamp pengungsian,” kata Agustia.

Perwakilan LSM yang terlibat dalam kegiatan ini juga berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak yang baik untuk pengungsian dan kedekatan dengan pengungsi, serta berkolaborasi yang bermanfaat antar LSM, pemerintah dan juga komunitas lokal.

Serangkaian kegiatan ini mematuhi protokol kesehatan baik pengungsi maupun teman-teman organisasi yang terlibat dalam kegiatan Hari Perempuan Internasional.

EDITOR : FERIZAL HASAN/RILIS

 

 

 

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS