27.4 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Memasak Kanji Tradisi Warga Pijay di Bulan Ramadhan, Ini Bahannya 

Aceh terkenal dengan beragam masakan. Apalagi di bulan Ramadhan ini, ada berbagai jenis kuliner khas di Bumi Serambi Mekkah.

Salah satunya adalah bubur kanji rumbi. Makanan yang satu ini boleh dikatakan unik. Karena dimasak dengan beras dicampur dengan berbagai rempah-rempah.

Seperti di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay). Warga Pijay masih melestarikan tradisi memasak bubur kanji di Meunasah (Mushalla) setiap bulan Ramadhan.

Kanji adalah sejenis bubur khas aceh yang hanya tersedia pada Bulan Ramadhan.

Kanji ada berbagai jenis, namun yang paling sering dimasak di Meunasah adalah kanji biasa.

Seperti di Gampong Meunasah Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pijay, Selasa (5/4/2022).

Bulan Ramadhan 1443 Hijriah tahun ini, warga Pijay mulai masak kanji hari ke-3 puasa. Memasak kanji di Meunasah memang sudah menjadi tradisi turun temurun warga aceh terutama di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

“Yang dimasak ini kanji biasa, mudah dimasak dan tidak butuh banyak bahan, cukup beras, santan kelapa, garam, dan air putih,” ujar Tgk Ibrahim yang memasak kanji.

Tgk Ibrahim yang juga bilal di Meunasah setempat mengaku baru dua tahun memasak kanji di meunasah. 

“Sebelumnya anak saya yang rutin masak kanji di Meunasah,” katanya.

Menurut Tgk Ibrahim memasak kanji butuh waktu 1 sampai 1,5 jam.

“Tadi mulainya jam setengah tiga, insya Allah sebelum jam 4 sudah matang,” kata pria paruh baya tersebut.

Pada pukul 16.00 WIB setelah azan Ashar, warga dan anak-anak mulai berdatangan untuk mengambil kanji, ada yang membawa mangkok, ada pula yang membawa plastik.

Sebelumnya Tgk Ibrahim sudah memisahkan jatah untuk jamaah yang berbuka puasa di meunasah, sedangkan satu ember lagi untuk warga sekitar yang mau mengambil sebagai bukaan.

Naimah, warga setempat yang menyiapkan bumbu kanji mengatakan bahwa sebelum dimasak dalam kuali, bumbu ditumis terlebih dahulu dirumah. Yang dimasak ini adalah jenis kanji biasa, kalau kanji rumbi lebih banyak habis biasa.

“Minyak kelapa, bawang merah, bawang putih, daun kari, daun pandan, serai, ditumis dulu, baru nanti dicampur dengan beras, santan, halia, haleuba, buah pala, buah kemiri, kayu manis, kapulaga, bunga lawang, lalu ditambahkan garam secukupnya,” jelas Naimah.

PENULIS : AMRIZAL ABE

 

spot_img
Kontributor :Amrizal Abe

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS