29.6 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Pesona Air Terjun 7 Bidadari di Pedalaman Aceh Utara, Dengan Telaga Biru Nan Eksotis

LHOKSUKON – ACEH INFOAir Terjun 7 Bidadari merupakan salah objek wisata alam yang terletak di Kecamatan Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara.

Pesona Air Terjun 7 Bidadari di Pedalaman Aceh Utara, Dengan Telaga Biru Nan Eksotis
Air Terjun 7 Bidadari merupakan salah objek wisata alam yang terletak di Kecamatan Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara. Foto Andi Miswar

Air terjun ini berada di tengah hutan rimba Pase dengan panorama air terjun bertingkat.

Air terjun yang belum banyak dijamah manusia ini tersembunyi di pedalaman Kabupaten Aceh Utara. Akses untuk menuju ke destinasi wisata tersebut tergolong sulit dikarenakan akses jalan menuju lokasi.

Pengunjung yang hendak berkunjung sebaiknya menggunakan jasa pemandu atau orang yang pernah sampai ke lokasi air terjun, agar tidak tersesat. Jika sedang hujan, jalur amat sulit dilalui karena jalan berlumpur.

Pesona Air Terjun 7 Bidadari di Pedalaman Aceh Utara, Dengan Telaga Biru Nan Eksotis
Air Terjun 7 Bidadari merupakan salah objek wisata alam yang terletak di Kecamatan Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara. Foto Andi Miswar

Secara geografis, Air Terjun 7 Bidadari berada pada Desa Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Untuk menuju ke lokasi wisata ini, pengunjung harus menempuh jarak kurang lebih 50 kilometer atau dengan perjalanan selama satu jam dari Kota Lhokseumawe ke ibukota Kecamatan Geureudong Pase.

Perjalanan dari Lhokseumawe menuju Kecamatan Geureudong Pase relatif lebih mudah dilalui karena jalan sudah diaspal.

Sesampainya di Simpang Cot Matahe dilanjutkan ke ibukota kecamatan. Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk menyusuri jalan yang sebagian sudah di aspal dan sebagiannya lagi masih jalan kerikil.

Dari ibukota kecamatan pengunjung akan menemukan persimpangan Simpang Empat dan memilih jalur sebelah kanan dengan jalan mendaki sekitar 2-3 jam hingga sampai di Barak Komando dengan kondisi jalan berbatu.

Pesona Air Terjun 7 Bidadari di Pedalaman Aceh Utara, Dengan Telaga Biru Nan Eksotis
Air Terjun 7 Bidadari merupakan salah objek wisata alam yang terletak di Kecamatan Geureudong Pase Kabupaten Aceh Utara. Foto Andi Miswar

Disini masih bisa ditempuh dengan motor jenis bebek bahkan jenis motor matic.

Pengunjung yang hendak berkunjung ke Air Terjun 7 Bidadari biasanya menggunakan kendaraan roda dua seperti motor trail yang bisa melalui medan berat. Atau bisa juga menggunakan motor yang sudah dimodifikasi menggunakan ban cangkul.

Ketika melalui jalur yang membelah hutan ini, pengunjung harus melalui bukit yang naik turun, melewati perkebunan sawit, serta sungai yang tingginya kadang mencapai pinggang orang dewasa.

Bagi yang tidak menggunakan motor trail, di Barak Komando inilah pengunjung memarkirkan dan menitipkan kendaraan dengan tarif Rp 20 ribu per motor. Lokasi ini disebut Barak Komando oleh warga setempat karena konon katanya saat Aceh masih dilanda konflik lokasi ini dijadikan tempat transit kombatan GAM.

Kemudian pengunjung harus berjalan kaki menempuh jalanan yang cukup ekstrim membelah hutan belantara. Kondisi jalan masih berupa tanah yang bercampur dengan bebatuan, sehingga cukup menantang dan memacu adrenalin.

Saat berjalan kaki ini pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang masih asri dengan aneka flora dan fauna. Seperti pohon raksasa yang oleh warga disebut pohon Tualang. Suara merdu dari kicauan burung serta jejak hewan seperti monyet, harimau dan babi hutan. Bahkan jika beruntung, pengunjung dapat melihat kawanan gajah yang melintas.

Dari Barak Komando harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 6 jam kalau cuaca sedang tidak hujan.

Jika hujan, maka butuh sampai 8 jam karena jalan berlumpur dan licin. Jalan setapak ini terkadang dilalui kendaraan milik perusahaan perkebunan sawit. Sekitar 20 kilometer dari Barak Komando masih kita temukan perkebunan tanaman kelapa sawit.

Untuk menghindarkan pengunjung agar tersesat ada rambu yang dipasang oleh pengunjung sebelumnya. Pengunjung sebelumnya memberi tanda di jalan berupa kain ataupun plastik yang di ikat di tengah jalan atau di persimpangan. Jika tersesat pengunjung harus kembali lagi ke persimpangan awal.

Sampai di kaki air terjun ada pondok tempat pengunjung melepas lelah sebelum naik ke air terjun. Letak air terjun di atas bukit, setelah mendaki pengunjung akan menemukan air terjun 7 tingkatan dengan jarak bervariasi sekitar 5 meter antar tingkatan. Apabila sudah mendaki sampai tingkat 7 yang merupakan tingkatan yang paling tinggi dengan ketinggian mencapai 10 meter.

Pada tingkatan ketujuh, ada telaga dengan air berwarna biru yang dihuni aneka jenis ikan air tawar. Untuk menuju telaga biru pengunjung harus mendaki pinggiran bukit sebelah kanan air terjun lalu akan menemukan telaga biru yang masih perawan.

Salah satu pengunjung air terjun menceritakan pengalamannya saat berwisata ke air terjun 7 bidadari pada Sabtu (7/5/2022) lalu. Andi Miswar (22) dan Agus (24) bersama dengan sembilan temannya menghabiskan waktu libur lebaran di air terjun. Suhu udara cukup dingin tapi menyegarkan, begitu sampai di lokasi mereka langsung mandi di air terjun lalu ke telaga biru.

Andi yang merupakan mahasiswa semester 8 FISIP USK tersebut mengatakan bahwa saat sampai di kaki air terjun mereka menemukan pondok tempat pengunjung melepas lelah. Andi baru pertama kali ke air terjun 7 bidadari, sementara agus sudah kali kedua karena pada tahun 2020 yang lalu ia pernah berkunjung.

“Ada yang mandi di air terjun, ada pengunjung yang memancing ikan, ada yang menembak ikan, bahkan ada yang menjala ikan, lalu ikan tersebut dimasak,” kata Andi kepada acehinfo.id pada Rabu, 11 Mei 2022.

Saat ditanya kebersihan lokasi wisata, Agus mengatakan kesadaran pengunjung terhadap sampah sangat baik. Sampah dikumpulkan lalu digunakan sebagai bahan bakar saat memasak.

“Kalau jenis plastik dibakar, selain itu dikumpulkan dibawa pulang oleh masing-masing pengunjung,” kata Agus menambahkan.

Malam harinya mereka menginap di pondok di kaki air terjun. Karena luasnya hanya sekitar 3×2 meter, maka siapa yang duluan datang yang menggunakan tempat tersebut.

“Kalau ada rombongan lain yang duluan datang, maka pondok ditempati mereka, maka yang lain mendirikan kemah camping,” ujar Andi

Pengunjung yang datang ke air terjun umumnya berkelompok. Pada malam harinya dimanfaatkan untuk berkenalan dengan kelompok lain.

“Dari pembicaraan ada satu orang pengunjung yang sudah 14 kali ke air terjun, seperti yang menjadi pemandu wisata membawa rombongan dari Lhokseumawe,” kata Agus.

Dalam kunjungan kedua kalinya, Agus mengatakan bahwa air terjun tersebut punya potensi wisata apabila akses jalan dibangun oleh pemerintah.

“Pesona alam sebagai destinasi wisata sangat menjanjikan, cuma akses terkendala, kalau tidak punya fisik yang kuat sulit kemari, mengingat kondisi jalan,” ujar Agus.

Andi menyoroti pengelolaan parkir yang seharusnya lebih profesional. Ia beralasan penitipan dan parkir yang dikelola dengan baik memberikan rasa nyaman saat berkunjung ke lokasi wisata.

“Kami baru pulang dari air terjun dapat kabar buruk, saat tiba di lokasi penitipan kendaraan 6 sepeda motor milik kelompok kami terbakar, tiga diantaranya malah tinggal rangka, kejadian ini bisa menjadi momok bagi pengunjung lokasi wisata. Seharusnya ada yang mengatur dan mengelola tempat parkir,” ungkap Andi diamini Agus.

Kabupaten Aceh Utara mempunyai potensi sektor wisata yang dapat dikemas secara Islami dengan semangat keacehan. Sektor wisata juga menjadi salah satu pemasok pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola secara profesional.

Lokasi Maps: Air Terjun 7 Bidadari

Kontributor :Amrizal Abe

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI