28.3 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Peusaba Kecam Pemindahan Situs Makam Kuno Palembang

BANDA ACEH | ACEH INFO – Ketua Peubeudoh Sejarah dan Budaya (Peusaba) Mawardi Usman mengaku terkejut dengan pemindahan nisan makam kuno di Palembang. Dia bahkan mengecam perlakuan tersebut yang dianggap dapat mengaburkan sejarah Islam di bumi Sumatra.

Seperti diketahui, beberapa situs sejarah makam berbatu nisan kuno ditemukan pekerja PT Waskita Karya saat mengerjakan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang. Setelah sebelumnya ada usaha untuk menutup temuan situs sejarah tersebut dengan mengecor lokasi, nisan-nisan kuno itu akhirnya dicabut dan dipindahkan oleh Dinas Kebudayaan Palembang dan Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Senin, 17 Januari 2022 lalu.

“Seharusnya situs sejarah makam kuno dibiarkan tetap berada di tempatnya. Namun, yang terjadi nisan malah dicabut dan dipindahkan, dan lebih parah lagi disetujui oleh arkeolog agar proyek IPAL dapat dilanjutkan. Setelah nisan kuno dicabut, makamnya dibiarkan hilang dijadikan proyek IPAL. Ini adalah tindakan tidak beradab yang memalukan,” ujar Ketua Peusaba, Mawardi Usman, dalam siaran pers yang diterima acehinfo.id, Rabu, 19 Januari 2022.

Dia menyesalkan para pihak yang mencopot nisan kuno dari kerajaan Palembang tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap makam seseorang. “Padahal keberadaan situs sejarah sangat penting bagi sejarah perjalanan bangsa,” kata Mawardi lagi.

Peusaba meminta otoritas di Palembang untuk mengembalikan nisan-nisan kuno tersebut ke tempat semula. Dia juga meminta proyek IPAL tersebut dipindahkan ke lokasi lain.

Menurut Mawardi, Kesultanan Aceh Darussalam memiliki hubungan yang akrab dengan kesultanan Palembang. Hubungan tersebut bahkan telah terbina jauh sejak era Kesultanan Lamuri dengan Kerajaan Sriwijaya. Karena itu Peusaba meminta nisan itu dikembalikan ketempatnya, dan makam dipugar kembali seperti sedia kala sebagai Cagar Budaya.

Ketua Peusaba mengaku heran kenapa proyek IPAL banyak menghancurkan situs sejarah Islam. Kasus serupa menurutnya juga terjadi di Aceh, tepatnya di kawasan Gampong Pande.

“Proyek IPAL sengaja dibangun untuk merusak kawasan Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam, dan memusnahkan makam keluarga Kesultanan Aceh Darussalam, sama seperti yang terjadi di Palembang hari ini,” pungkas Mawardi.[]

EDITOR: BOY NASHRUDDIN AGUS

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS