29.6 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Pratu Sahdi Lahir di Gayo, Gugur Ditikam Preman di Jakarta

BANDA ACEH | ACEH INFO – Pratu Sahdi yang tewas dikeroyok dan ditikam sejumlah preman di kawasan Taman Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Minggu, 16 Januari 2022, merupakan kelahiran Genuren, Aceh Tengah. Kabar tersebut disampaikan salah satu akun Instagram @keber_gayo yang mengunggah foto Pratu Sahdi lengkap dengan seragam Yonif Raider.

“Salah satu putra terbaik tanoh Gayo seorang prajurit TNI AD bernama Sahdi (23) putra asli Genuren Kecamatan Bintang. Sahdi tewas dikeroyok di Jakarta Utara,” tulis keber_gayo di akun Instagram.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, anggota Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati ini ternyata datang ke Jakarta untuk melakukan pengobatan terapi. Namun belum diketahui penyakit apa yang diderita pasukan elite TNI AD ini.

“Kebetulan korban sedang berobat terapi berada di Jakarta,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo kepada wartawan.

Saat kejadian, menurut Wibowo, korban sedang ngopi bersama teman-temannya di lokasi.

Pengeroyokan tersebut bermula dari cekcok di tempat kejadian perkara. Seluruh pelaku pengeroyokan berjumlah delapan orang dan korban tidak saling mengenal.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Januari 2022, mengatakan motif pengeroyokan diduga akibat salah paham antara anggota TNI dengan pelaku. “Tidak pernah ada permasalahan sebelumnya,” kata Kombos Pol Tubagus.

Dari hasil keterangan empat pelaku yang diringkus, kedatangan mereka ke lokasi tidak untuk mencari korban Pratu Sahdi. Mereka yang merupakan warga sipil hanya tidak sengaja bertemu dengan Pratu Sahdi di lokasi.

Selain Pratu Sahdi, para preman tersebut juga mengeroyok dua warga sipil lainnya di lokasi tersebut. Mereka mengalami luka serius dan dirawat di rumah sakit.

Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, Sahdi tewas setelah dicekik dan ditusuk dua kali oleh pelaku. “Satu pelaku berkaus hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban, kemudian pelaku berkaus biru menusuk korban Sahdi menggunakan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, seperti dilansir okezone.com, Senin, 17 Januari 2022.

Pada awalnya para pelaku datang ke tempat tersebut menggunakan sepeda motor. Mereka lantas mendatangi saksi untuk bertanya asal daerah masing-masing.

“Bertanya apakah kamu orang Kupang? Kemudian saksi Sofyan menjawab, saya bukan orang Kupang, saya orang Lampung. Setelah itu, pelaku bertanya ke korban Sahdi dan korban tidak menjawab akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban,” kata Zulpan.

Cekcok tersebut kemudian berujung pada adu pukul. Pratu Sahdi yang kalah jumlah lantas berhasil dicekik dan ditusuk dengan dua tusukan. Selajutnya pelaku berkaus hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai.

“Termasuk korban Samsul akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaus hitam mengakibatkan Samsul luka sobek di dada dan punggung belakang. Sedangkan korban Soleh luka bagian jari manis sebelah kanan putus 2 ruas,” ujar Zulpan.

Polisi hingga saat ini masih memburu Burhanuddin, sosok preman yang berperan menusuk korban menggunakan senjata tajam.

Terkait kejadian ini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara. Dia mengatakan, tim penyidik TNI sudah berkoordinasi dengan penyidik Polres Jakarta Utara. Namun pihak TNI menurutnya tidak akan mengintervensi proses hukum.

“Kita akan kawal. Kami akan terus memonitor, tapi kami tetap tidak akan intervensi karena jangan sampai,” kata Jenderal Andika seperti dikutip dari YouTube Kompas TV.

Pratu Sahdi yang lahir pada 16 Februari 1999 di Aceh Tengah tersebut selama ini tercatat sebagai warga Garut. Dia tercatat sebagai anggota Yonif Raider Kostrad TNI AD menyandang brevet Cakra.

Sebagai anggota penyandang brevet Cakra almarhum pun mempunyai kemampuan tangguh dan tegas. Sebagai prajurit dengan brevet tersebut, seperti dilansir Tribun Jabar, Pratu Sahdi memiliki kesaktian ‘Cakra’ yang artinya senjata cakra. Para prajurit Kostrad yang memperoleh brevet Cakra juga diwajibkan melalui latihan standarisasi Kostrad.

Latihan yang dilalui seperti membangun jiwa korsa yang kuat serta mewujudkan kemampuan handal dalam melaksanakan tugas di medan operasi, baik di hutan, gunung, rawa laut dan perkotaan. Prajurit penyandang brevet Cakra juga memiliki kemahiran dan kemampuan individu, kemampuan bela diri, ahli navigasi darat dan juga memiliki kemampuan menembak serta fisik prima.[]

EDITOR: BOY NASHRUDDIN AGUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI