27.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Sejumlah Tokoh Aceh Kecam Penyiksaan Warga Bireuen, Panglima TNI Diminta Pecat Oknum Paspampres

JAKARTA | ACEH INFO – Imam Masykur (25), warga Gampong Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, meninggal dunia karena diduga disiksa oleh oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Terkait hal itu, sejumlah tokoh Aceh memberikan reaksi keras atas dugaan penganiayaan tersebut.

Pimpinan Komisi I DPR-RI, Teuku Riefky Harsya (TRH) mengecam dan mengutuk keras kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya seorang warga Aceh di Jakarta.

“Kami mengecam aksi keji yang dilakukan terhadap Imam Masykur, warga Bireuen. Aksi kriminal ini harus diusut tuntas”, ucap Wakil Ketua Komisi I DPR RI asal Aceh ini, Minggu, 27 Agustus 2023.

Ia menegaskan bahwa kasus yang diduga dilakukan oleh oknum Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tersebut harus diusut tuntas secara transparan.

Anggota DPR RI asal Aceh ini secara resmi akan segera menyurati Panglima TNI agar pelaku bisa diproses secara hukum dengan segera.

“Dalam kapasitas saya sebagai salah satu pimpinan Komisi I yang bermitra dengan TNI, saya akan menyurati Panglima untuk memastikan kasus ini diusut tuntas dan transparan ke publik”, pungkasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaku harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi anggota TNI demi tegaknya hukum yang tak pandang bulu.

Teuku Riefky juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang berasal dari Gandapura, Bireuen ini.

“Saya ikut berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran atas kejadian ini”, tutupnya.

Hal senada juga disampaikam, anggota DPR RI Komisi VI, Rafly Kande. Beliau menyayangkan peristiwa itu dan mengecam keras tindakan prilaku penyiksaan tersebut.

Menurut informasi yang menyebar cepat di media, korban diculik oleh oknum Paspampres TNI berinisial Praka RM bersama satu orang rekannya.

Legislator asal Aceh itu meminta Panglima TNI agar memecat oknum Paspampres yang telah menyebabkan korban nyawa warga Aceh.

“Kasus ini harus segera ditangani secara hukum dengan serius. Keluarga korban tentu sangat bersedih. Oleh karena itu, kami meminta Bapak Panglima TNI untuk secepatnya memberhentikan oknum tersebut,” kata Rafly Kande.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Saiful Bahri atau Pon Yaya menyampaikan turut berduka yang mendalam atas meninggalnya Imam Masykur. Pria 25 tahun asal Mon Keulayu, Gandapura, Bireuen, ini meninggal di Jakarta karena dugaan penyiksaan.

“Atas nama pribadi dan masyarakat Aceh, saya turut berduka yang mendalam atas apa yang dialami Imam Masykur. Praktik penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi seperti itu tidak pantas diterima oleh siapapun di negara ini, termasuk warga Aceh,” kata Pon Yaya.

Pon Yaya mengatakan, sangat prihatin ketika ada warga Aceh menjadi korban perlakuan menyedihkan dan merendahkan martabat manusia, seperti dialami Imam Masykur. Karena itu, DPR Aceh akan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk mengambil langkah-langkah strategis supaya keluarga korban mendapat keadilan seadil-adilnya.

Pon Yaya menghargai proses hukum yang sedang berjalan, dan berharap semua pihak yang terlibat dalam dugaan penyiksaan ini harus dihukum berat.

“Aparat penegak hukum harus mengusut seadil-adilnya perilaku yang cukup kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia ini,” pungkasnya.[]

Editor: Izal Syafrizal

 

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS