26.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Sektor Pertanian Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi Aceh

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama perekenomian Aceh dengan pangsa 28,05%, disusul sektor perdagangan dan reparasi kenderaan 15,53% dan sektor konstruksi 9,20%.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Rony Widijarto P dalam Laporan Perekonomian Provinsi Aceh Agustus 2023 yang baru-baru ini dirilis menjelaskan, ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 52,78% terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Aceh.

Roby merincikan, kinerja lapangan usaha pertanian pada triwulan II 2023 tumbuh 4,92% (yoy), atau terakselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,30% (yoy). Kinerja yang mengalami akselerasi tersebut juga sejalan dengan peningkatan produksi padi pada triwulan II 2023 akibat panen raya yang terjadi di periode Maret – Mei 2023. Pada triwulan II 2023, produksi padi tercatat sebesar 555,43 ribu ton, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2023 sebesar 362,35 ribu ton.

Baca Juga: Bangun Ketahanan Pangan Bank Aceh Biayai Produksi Beras DJ Abdya

Meningkatnya produksi padi juga tak lepas dari peningkatan penyaluran pembiayaan ke sektor pertanian. Pada triwulan II 2023 pembiayaan ke sektor pertanian mencapai Rp3,79 triliun atau tumbuh sebesar 34,44% (yoy).

“Selanjutnya pada sektor perkebunan, hasil liaison kepada pelaku usaha yang bergerak pada sektor tersebut menyatakan mengalami kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini juga didorong oleh peningkatan pengiriman produk dibandingkan tahun sebelumnya akibat tingginya permintaan. Tidak ada investasi tambahan yang dilakukan perusahaan selama periode 2023,” jelasnya.

Di sisi lain, lapangan usaha perdagangan juga tumbuh sebesar 6,29% (yoy). Pertumbuhan sektor ini agak melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,72% (yoy). Perlambatan diindikasikan tidak terlepas dari memburuknya kinerja penjualan mobil dan motor.

Baca Juga: PII Aceh Minta SKPA Teknis Sosialisasi UU Keinsinyuran

Penjualan kendaraan roda 4 mengalami kontraksi tahunan sebesar 26,33% (yoy) dengan total penjualan kendaraan mobil di Provinsi Aceh selama triwulan II 2023 sebanyak 1.961 unit kendaraan, sejalan dengan penjualan motor yang juga mengalami kontraksi sebesar 3,64% (yoy) atau sebanyak 22.920 unit kendaraan.

Penyaluran pembiayaan ke sektor perdagangan juga mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu. Pada triwulan II 2023, posisi pembiayaan mencapai Rp6,66 triliun atau terkontraksi sebesar 0,37% (yoy).

Sementara itu di sisi lapangan usaha konstruksi juga tumbuh sebesar 11,95% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 7,90%(yoy). Pertumbuhan sektor ini didukung oleh realisasi proyek pemerintah di Provinsi Aceh seperti proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), proyek bendungan, serta pembangunan infrastruktur dalam rangka PON Aceh-Sumut 2024. Meski demikian, pembiayaan ke sektor ini hanya Rp824,54 miliar, atau mengalami penurunan kontraksi dari sebesar 9,58% (yoy) menjadi 5,00% (yoy).

Baca Juga: Ekspor Luar Negeri Aceh Hanya Tumbuh 3,94 Persen

Kontraksi juga terjadi pada lapangan usaha pertambangan sebesar 8,74% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya 6,26% (yoy). Hal itu terjadi karena pertumbuhan nilai ekspor batubara mengalami kontraksi sebesar 32,56% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami ekspansi 26,27% (yoy).

Penurunan kinerja di pertambangan secara umum sejalan dengan realisasi penyaluran pembiayaan lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi dibandingkan triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Pada triwulan II 2023 pembiayaan ke sektor ini hanya Rp2,47 triliun atau tumbuh negatif sebesar 51,65%  (yoy)[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS