31.3 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Soal Deportasi UAS, Kemenlu Angkat Tangan

JAKARTA|ACEHINFO-Kementerian Luar Negeri menyatakan sudah tidak ada lagi upaya diplomatik yang didapat ditempuh, untuk memprotes perlakuan Singapura terhada ulama berpengaruh asal Riau, Ustadz Abdul Somad.

Juru bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah mengatakan, kebijakan imigrasi Singapura adalah bagian dari kedaulatan negara pulau kecil di sudut semenanjung malaya itu.

“Dalam praktik selama ini, negara memiliki yurisdiksi dan ketentuan hukum yang berlaku di negaranya bisa saja tidak menerima seseorang masuk ke teritorial wilayahnya berdasarkan berbagai pertimbangan dan kita tidak selalu tahu apa alasannya,” kata Faizasyah, dalam jumpa media pers, Kamis (19/5).

Teuku Faizasyah mengatakan KBRI telah melakukan langkah perlindungan terhadap WNI, termasuk dengan melayangkan nota diplomatik untuk meminta penjelasan atas alasan penolakan.

Nota tersebut sudah ditanggapi oleh Kementerian Dalam Negeri Singapura melalui pernyataan tertulisnya, yang menyebut alasan penolakan masuk karena UAS dianggap menyebarkan ekstremisme dan perpecahan

“Tentang permasalahan kemarin, KBRI sudah melakukan tugasnya dan kita juga sudah mencatat penjelasan dari Singapura,” kata pria berdarah Aceh itu.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu Judha Nugraha mengatakan, apa yang dialami UAS merupakan penolakan masuk (not to land), dan bukanlah deportasi

“Yang bersangkutan belum lewat proses imigrasi dan pemeriksaan, dan sudah ditolak masuk. Jadi ada dua istilah yang harus kita pahami, soal deportasi dan not to land,” ujar Judha.

Sebelumnya UAS telah menjawab sejumlah tudingan yang dialamatkan Singapura kepadanya, sehingga dia tak boleh mengunjungi negara itu.

“Kalau itu dianggap sebagai ekstremis, sebagai segregasi, maka biarlah semua orang mengatakan itu, karena itu bagian dari ajaran agama. Saya akan tetap mengajar,” kata UAS di kanal YouTube Refly Harun, yang diunggah Rabu (18/5).

UAS mengatakan berbagai isi ceramahnya semuanya berlandaskan ajaran agama Islam. Dia mengaku tidak akan berhenti untuk berdakwah.

“Nanti bisa aja keluar peraturan, ‘Anda tidak boleh, kenapa? Karena mengatakan khamar haram, karena kita suka minum khamar. Anda tidak boleh masuk ke negara kami karena kami homo dan lesbi, Anda menolak itu’. Itu kan ajaran agama kita. Saya tidak pernah berhenti mengajarkan ajaran itu,” sebut UAS.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS