28 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Syech Fadhil dan Baitul Mal Bahas Kondisi Mahasiswi Aceh yang Sakit di Mesir

BANDA ACEH | ACEH INFO– Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA atau akrab disapa Syech Fadhil dan para komisioner Baitul Mal Aceh, menggelar pertemuan khusus, Senin siang, 27 Februari 2023.

Pertemuan ini dalam rangka membahas kondisi Yusniati, mahasiswi asal Subulussalam yang kini masih kritis di salah satu rumah sakit (RS) di Mesir.

Pertemuan ini dihadiri Ketua Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Mohammad Haikal, bersama anggota Badan BMA, Khairina, Mukhlis Sya’ya dan Muhammad Ikhsan. Syech Fadhil sendiri merupakan mantan ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh.

“Kita bahas mengenai kondisi adik kita yang sedang sakit di Mesir. Ya (Yusniati-red). Kita update perkembangan terkait dan apa yang bisa dilakukan bersama,” kata Syech Fadhil.

Menurut informasi yang diperolehnya, kata Syech Fadhil, kondisi Yusniati saat ini mulai menunjukan tahapan ke arah positif.

“Laporan dari Ketua IKAT Aceh dan pengurus KMA di Mesir, Yusniati sudah sadar dari koma. Jari tangannya juga mulai bergerak. Namun masih memerlukan penanganan intensif dari dokter ahli di sana,” kata Syech Fadhil.

Namun, kata dia, pengobatan Yusniati membutuhkan biaya besar di Mesir. Setidaknya, setiap hari membutuhkan biaya hingga 7 juta, dengan kebutuhan dana di atas 200 juta karena perawatan dan obat yang harus diberikan.

“Dia harus dirawat di Mesir. Sangat beresiko untuk di bawa pulang ke Aceh. Dokter di sana pun tak memberi izin. Pasien masih belum bisa melakukan perjalanan jauh,” kata Syech Fadhil.

“Kita duduk hari ini, untuk membahas persoalan kebutuhan dana untuk Yusniati. Alhamdulillah, Baitul Mal Aceh memberi signal positif. Mereka siap membantu. Di sisi lain, IKAT Aceh, termasuk saya di dalamnya selaku anggota, juga mengumpul dana untuk dikirim ke Mesir guna kebutuhan Yusniati.”

“Kita terus memantau kondisi. Kalau memang sudah diizinkan dokter untuk perjalanan pesawat, kita pulangkan. Demikian juga soal apakah orangtuanya diberangkatkan ke Mesir atau tidak. Kita akan berikan yang terbaik bagi adik kita di sana,” kata Syech Fadhil.

Sebagaimana yang diketahui, sejumlah lembaga saat ini melakukan penggalangan dana untuk pengobatan Yusniati di Mesir. Dua di antaranya adalah IKAT Aceh dan KNPI Subulussalam. Pengobatan Yusniati di Mesir dilaporkan memerlukan dana lebih kurang Rp7 juta setiap harinya dengan tagihan rumah sakit sudah di atas 200 juta.

Yusniati sendiri masih mendapat perawatan di salah satu RS di Mesir. Pasien mengalami komplikasi penyakit berupa sumbatan dalam paru-paru, gangguan ginjal stadium 2, dan gangguan saraf di kepala. Dokter belum mengizinkan pasien untuk melalui perjalanan udara sehingga tak bisa dipulangkan ke Aceh.

EDITOR: M. AGAM KHALILULLAH

 

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS