31.3 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Toke Kilang Minyak di Ranto Peureulak Diburu Polisi

IDI RAYEUK| ACEHINFO-Kepolisian Aceh Timur terus mengusut kasus terbakarnya kilang minyak tradisional di Ranto Peureulak,  yang ikut menelan korban jiwa. Kini toke alias pendana operasional kilang minyak tradisional itu diburu polisi.

“Intinya, dari kami tidak akan main-main dengan pelaku illegal drilling, semua akan kita tindak tegas,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (15/3).

Polisi tentu saja sudah mengantongi nama-nama pihak-pihak yang bertangung jawab dalam insiden itu. Upaya pemeriksaan terhadap beberapa warga juga sudah dilakukan.

“Satreskrim sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga penyelidikan terhadap pemilik lahan dan penyandang dana,” sebutnya.

Untuk memperdalam penyelidikan, tim teknisi, kimia, radio aktif (KBR) Gegana Sat Brimob Polda Aceh juga telah dikerahkan. Mereka telah mengambil sampel, air, minyak dan gas yang berada di lokasi kejadian. “Upaya pengungkapan akan terus kita lalukan,” kata Mahmun.

Insiden terbakarnya kilang minyak tradisional di Ranto Peureulak, Aceh Timur Jumat pekan lalu itu mengakibatkan satu orang warga meninggal dan belasan lainnya luka-luka. Semburan gas bercampur minyak mengakibatkan tanah dan alur di sekitar lokasi kejadian digenangi tumpahan minyak.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada 25 April 2018. Saat itu sedikitnya 28 orang meninggal dunia. Aktivitas penambangan minyak secara tradisional di wilayah itu bukan dilakukan secara rahasia dan sembunyi-sembunyi.

Pemerintah Aceh Timur, Kapolres, dan juga Danramil hingga ke Pemerintah Aceh tahu bahwa aktivitas yang membahayakan penduduk itu telah berlangsung lama dan seolah dibiarkan. Hingga kini belum ada solusi bersama, agar aktivitas penambangan secara tradisional itu tidak menelan korban jiwa kembali. []

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS