26.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

662 Bencana Terjadi di Aceh Sepanjang 2021, Delapan Orang Meninggal

BANDA ACEH | ACEHINFO – Sebanyak delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana yang terjadi di Aceh, sepanjang Januari hingga Desember 2021. Sementara satu orang masih hilang dan 13 lainnya luka-luka dalam 662 kejadian bencana di Aceh tersebut.

“Total prakiraan kerugian mencapai Rp235 miliar,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas, Jumat, 31 Desember 2021 sore.

Dia merincikan, empat korban meninggal dunia akibat longsor, satu korban karena banjir bandang, dua akibat kebakaran serta satu korban meninggal lantaran terseret banjir. “Satu orang hilang akibat terseret arus banjir,” ujar Ilyas.

Dalam rentetan bencana alam itu, sebanyak 43.218 Kepala Keluarga (KK) dengan 136.268 jiwa menjadi terdampak. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 9.215 orang dan 3.968 unit rumah terdampak bencana.

“Kebakaran pemukiman merupakan bencana paling tinggi yakni sebanyak 269 kali. Jumlah kejadian kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini sebanyak 105 miliar rupiah,” ungkap Ilyas.

Dari data BPBA diketahui kejadian kebakaran hutan sepanjang 2021 mencapai 133 kali. Sementara luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 435 hektar.

Selain bencana banjir dan kebakaran hutan, sebanyak 89 kali angin puting beliung juga sempat menghempas Aceh kurun 2021. Dari kejadian ini, sebanyak 343 rumah warga mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp14 miliar.

“Banjir terjadi 100 kali kejadian berdampak pada 2.524 rumah dan satu unit jembatan, lima tanggul rusak serta 248 hektar sawah terendam,” kata Ilyas.

Sepanjang 2021 juga terjadi enam kali banjir bandang yang merendam 272 rumah dengan perkiraan mencapai Rp13,2 miliar. Sementara banjir rob terjadi sebanyak lima kali dan merusak 29 rumah di Kota Lhokseumawe dan Aceh Timur.

Longsor merupakan bencana lain yang terjadi di Aceh sepanjang tahun 2021. Dari catatan BPBA diketahui, peristiwa longsor terjadi sebanyak 42 kali dengan kerugian mencapai satu miliar rupiah. Abrasi merupakan bencana lain yang turut melanda Aceh sebanyak lima kali kejadian sepanjang 2021. Bencana tersebut mengakibatkan enam rumah rusak dan kerugian materi mencapai sekitar Rp1,2 miliar.

Dari sejumlah bencana tersebut, sebanyak 31 sarana pendidikan, dua unit pasar, dua sarana kesehatan, 14 sarana pemerintahan, dan 15 sarana ibadah ikut terdampak. Selanjutnya 662 bencana yang melanda Aceh itu juga berdampak kerusakan pada 172 unit ruko, sembilan jembatan, tujuh tanggul, dan 269 meter banda jalan.

Terkait tingginya jumlah bencana tersebut, Kepala Pelaksana BPBA Ilyas turut mengimbau masyarakat agar menjaga alam. Ilyas juga berharap masyarakat untuk tidak mengeksploitasi hutan secara berlebihan.

“Selain itu, pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami imbau jangan membuka lahan dengan membakar hutan,” harap Ilyas.

Ilyas juga meminta masyarakat untuk siap dalam menghadapi bencana atau harmoni dengan bencana, baik bencana alam maupun non alam. Menurutnya sinergitas sangat diperlukan dalam penanggulangan bencana di Aceh.

“Mari bersama-sama kita melakukan upaya pengurangan risiko bencana, karena penanggulangan bencana adalah urusan bersama, baik pemerintah maupun masyarakat dari berbagai elemen termasuk di dalamnya adalah media,” kata Ilyas.[]

PENULIS: BOY NASHRUDDIN AGUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

MINGGU INI