28.9 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

Belajar Dari Abu Nawas, Surya Paloh Sindir Nova?

BANDA ACEH | ACEH INFO- Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh mengatakan, strategi percepatan pembangunan Aceh tidak hanya bisa dengan berpikir linear, tetapi juga harus inovatif dan kreatif. Karena itu dia meminta pemimpin di Aceh belajar dari Abu Nawas.

“Perlu belajar dari Abu Nawas, sederhana saja. Dia bisa menyenangkan orang lain dan orang lain memberikan sesuatu,” kata Surya Paloh, pada acara pelantikan Pengurus DPW Partai NasDem Aceh, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Sabtu, (5/3).

Dalam acara pelantikan pengurus NasDem itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga ikut hadir. Selain Nova, sejumlah kader terbaik NasDem seperti Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Anggota DPR RI dari NasDem Rahmat Gobel ikut hadir. Nova sendiri adalah kader Partai Demokrat.

Beberapa literatur menyebut, Abu Nawas atau yang juga dikenal sebagai Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami, adalah seorang pujangga Arab. Dia dilahirkan di kota Ahvaz di negeri Persia, dan hidup antara tahun 756-814 Masehi.

Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik ia digambarkan sosok yang bijaksana sekaligus kocak. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam.

Dalam salah satu cerita ia pernah berpura pura gila karena tidak ingin menjadi kadhi, dengan cara menaiki batang pisang seperti kuda kudaan. Ia juga sering ditantang oleh raja Harun Ar-Rasyid maupun oleh teman temanya dengan hal yang aneh, berisiko dan bahkan tidak mungkin terjadi seperti memindahkan istana raja ke bukit, memantati raja dan lain lain.

Surya Paloh mengatakan, pemimpin Aceh harus punya seribu satu cara untuk memajukan daerah yang selalu disebut sebagai wilayah modal bagi berdirinya Republik. Karena itu dia bilang, pemimpin di Aceh harus punya kemampuan diplomasi yang baik.

“Beritahu anak didik, mari membangun Aceh dengan meningkatkan silaturahmi di antara kekitaan.” ujarnya.

Selain itu ia berpesan agar Nasdem menjaga etika dalam berkompetisi. “Bukan dengan saling menjatuhkan dan merusak, tapi bisa berkompetisi dalam semangat yang harmonis,” ujarnya. []

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI