26.9 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

Edukasi dan Literasi Pasar Modal, Pemko Langsa Tandatangan Mou dengan PT BEI

JAKARTA | ACEH INFO – Pemerintah Kota Langsa melakukan penandatanganan MOU dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) serta pencanangan edukasi dan literasi pasar modal kepada 1.000 aparatur Gampong dan ASN dalam wilayah kota Langsa.

Kegiatan tersebut berlangsung di Mainhall PT. Bursa Efek Indonesia Jln. Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 22 Agustus 2023.

Dalam MoU tersebut, maka akan dibuka galeri investasi Bursa Efek Indonesia yang akan memberikan layanan pembukaan rekening Investasi dan konsultasi investasi secara gratis kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum di Kota Langsa.

Hal ini guna mendorong dan mendampingi Pemerintah Kota Langsa untuk bisa mendapatkan pendanaan di pasar modal melalui penerbitan obligasi/sukuk daerah, mendorong dan mendampingi perusahaan lokal untuk bisa mendapatkan pendanaan di pasar modal melalui Go Publik dan memberikan layanan produk dan jasa pasar modal lainnya antara lain seperti melakukan edukasi lanjutan kepada investor baru tentang analisis fundamental dan teknikal.

Pj Wali kota Langsa, mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas penandatangan MoU ini, yang memungkinkan 1.000 personel ASN dan perangkat gampong di Kota Langsa mendapatkan edukasi dan literasi mengenai pasar modal.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting dilakukan karena sering sekali ASN, perangkat gampong maupun warga biasa terjerat dengan berbagai macam model investasi bodong, baik yang berkedok arisan, trading , currency, pembelian mata uang, dan investasi jelins lainnya yang menawarkan keuntungan hingga 60-80 persen dari nilai investasi.

Ia menjelaskan, kerugian masyarakat Aceh akibat terjerat investasi bodong tersebut mencapai ratusan miliar bahkan mungkin triliunan rupiah. Investasi bodong justru kebanyakan korbannya orang yang punya uang, termasuk ASN, yang berharap akan mendapatkan tambahan pendapatan yang signifikan tanpa harus bekerja keras tetapi yang didapat justru kerugian.

Dikatakannya, gampong atau desa saat ini mendapatkan kucuran dana desa yang cukup besar dari pemerintah dan salah satu program prioritasnya adalah pengembangan BUMDES atau BUMG. Sebagian besar pemerintah gampong dan pengurus BUMG belum tahu jika mereka bisa menarik modal dari pasar modal ini untuk pengembangan usahanya.

Lanjutnya, jika hanya berharap dari penyertaan modal pemerintah desa saja tentu sangat terbatas karena banyak urusan harus dibiayai, seperti penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur skala desa dan tanggap darurat bencana.

“Mau tidak mau BUMG harus bertransformasi menjadi entitas usaha yang professional, mempraktekan tata kelola perusahaan yang baik, serta menguntungkan secara ekonomi,” ujarnya.

Untuk Kota Langsa, ada beberapa BUMG yang punya potensi menjadi BUMG maju. Mereka mempunyai sumber daya perikanan tangkap atau perikanan budidaya yang cukup melimpah, bentang alam yang cantik untuk pengembangan ekowisata, dan ada juga desa yang mempunyai sentra industri rumah tangga seperti terasi dan aneka makanan minuman olahan mangrove.

Produk tersebut selain laku dipasaran lokal juga punya potensi pasar internasional khususnya produk olahan mangrove. Untuk itu perlu suntikan permodalan yang bisa digali dari pasar modal.

“Untuk itu dengan pendampingan dari Bursa Efek Indonesia kami berharap performa BUMG di Kota Langsa dapat ditingkatkan sehingga menarik investor, memacu timbulnya industri yang dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan warga, dan menjaga inflasi tetap terkendali,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman menambahkan program ini akan dilakukan secara berkelanjutan oleh Kantor Perwakilan (KP) BEI Aceh hingga mencapai target sebanyak 1.000 aparatur gampong ASN di wilayah Kota Langsa.

“Program ini merupakan salah satu upaya untuk melindungi ASN sekaligus masyarakat di wilayah Kota Langsa dari penipuan berkedok investasi, dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka di masa depan melalui investasi di pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Program pencanangan ini juga sejalan dengan kampanye “Aku Investor Saham” yang bertujuan untuk mendorong peningkatan jumlah investor, sehingga semakin banyak masyarakat bisa menikmati potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Diharapkan, ke depannya sinergi serta kolaborasi antar stakeholders dapat semakin meningkat dan seluruh pihak dapat berperan secara aktif mengembangkan pasar modal Indonesia.

“Kampanye Aku Investor Saham” sekaligus rangkaian program sinergi atau kolaborasi tentunya dapat membawa dampak positif bagi pasar modal Indonesia serta memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian nasional,” ungkap Iman Rachman.

Hadir pada acara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Langsa, Ali Musafa, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Langsa, T. Syah Putra, Camat Langsa Barat, Hady Wijaya, Geuchik Serambi Indah, Malikul Adil, Direktur Operasional dan Keuangan PT Pelabuhan Kota Langsa (Perseroda), Iswantara Adi Nugraha.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI