29.4 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Ini Kata Polisi Terkait Perampokan IRT di Langsa, Korban Sebut Sempat Diancam Bunuh

LANGSA | ACEH INFO – Seorang ibu rumah tangga, Nilawati (24), warga Komplek Griya Islamic Center, Blok A, Dusun Al-Ikhsan, Desa Paya Bujok Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, menjadi korban perampokan.

Kapolres Langsa, AKBP Muhammadun melalui Kasat Reskrim, Iptu Imam Aziz Rachman, kepada acehinfo.id, membenarkan peristiwa perampokan tersebut.

Kasat menjelaskan, pelaku mulanya masuk lewat pintu depan yang tidak dikunci menuju ke kamar tidur dan melihat korban sedang tertidur sendirian. Lalu, pelaku
menutup muka korban pelapor dengan bantal.

Lanjut Kasat, tak lama kemudian korban sadar dan langsung berontak/ melawan. Kemudian pelaku langsung memukul dan membenturkan muka korban ke dinding hingga berdarah, hal itu membuat korban pingsan.

Baca juga: Jadi Korban Perampokan, Seorang IRT di Langsa Nyaris Tewas dan Sepmor Hilang

Selanjutnya, pelaku keluar melalui jendela kamar dengan meninggalkan bekas kaki dan sendal milik pelaku. Tak berselang lama, pelaku masuk lagi ke rumah dan mengambil barang-barang yakni uang tunai Rp 5 juta, dua unit handphone serta satu unit sepeda motor BL 6867 FP

“Motif peristiwa perampokan itu guna memperoleh keuntungan,” terang Kasat.

Pengakuan Korban

Sementara itu korban Nilawati, yang ditemui di RSUD Langsa, menuturkan, selain dipukul oleh pelaku dengan bertubi tubi sembari disekap dengan bantal, pelaku juga mengancam akan membunuh dirinya.

“Kubunuh kau kubunuh kau,” sebut korban menirukan ucapan pelaku saat itu.

Nikawati mengatakan, saat kejadian kodisi kamar gelap dan hanya diterangi lampu tidur. Sehingga, ia tidak bisa melihat wajah pelaku yang tiba tiba datang dan menyekapnya dan mencoba memperkosa dirinya.

Lanjut Nilawati, sempat pingsan pasca dipukul oleh pelaku, dan sekitar jam 04.00 WIB baru tersadar dan merasakan sakit diwajahnya yang sudah berdarah. Setelah itu, dirinya menghubungi suaminya yang sedang berjualan untuk segera pulang.

Ibu mertua korban, Sri wahyuni (41) yang mengetahui kejadian tersebut langsung pulang ke rumah pada pukul 04.00 WIB. Setiba di rumah, ia melihat wajah menantunya dengan kondisi yang sudah berdarah darah.

“Saya dan anaknya (suami korban) sedang berjualan disekitar Jalan Ahmad Yani tepatnya disekitar Stadion Langsa. Setelah mengetahui kejadian itu langsung pulang ke rumah,” pungkasnya.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS