27.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Lebih Sebulan Listrik Padam di Empat Gampong Pedalaman Aceh Timur, Kenapa?

IDI RAYEUK | ACEH INFO – Empat gampong di pedalaman Aceh Timur sudah lebih dari satu bulan tidak dialiri listrik. Kondisi tersebut membuat warga mengeluh lantaran sama sekali tidak ada perbaikan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Sudah lebih dari sebulan tidak diperbaiki, maupun ada pihak dari petugas PLN yang memperbaikinya,” ujar Abdullah, tokoh pemuda Gampong Tampor Bor, Kamis, 3 Maret 2022.

Ke empat desa yang mengalami kendala listrik tersebut adalah Gampong Tampor Bor, Gampong Tampor Paloh, Gampong Melidi, dan Gampong HTI Ranto Manaru. Kesemuanya berada di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

Abdullah mengatakan warga telah berulangkali melaporkan kondisi tersebut kepada PT PLN Persero. Namun, PT PLN seakan mengabaikan laporan tersebut. Warga terpaksa menghidupkan obor ketika malam untuk penerangan.

“Seharusnya Indonesia selaku negara yang sudah merdeka sejak tahun 1945, di zaman teknologi seperti ini, tidak layak lagi warga hidup dalam kegelapan seperti ini setiap malam. Apalagi saat ini listrik menjadi sumber utama sebuah kehidupan,” kata Abdullah.

Dia berharap pimpinan PT PLN Wilayah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dapat memberikan perhatian kepada masyarakat pedalaman seperti mereka.

Lebih Sebulan Listrik Padam Di Empat Gampong Pedalaman Aceh Timur
Tokoh pemuda gampong tampor bor aceh timur, abdullah. Foto: zakaria/acehinfo. Id

Terkait keluhan warga ini dibenarkan oleh Koordinator PT PLN Unit Peunaron I Lokop, Tasiman. Dia pun mengaku telah menyampaikannya ke pimpinan. Namun, menurutnya, akses jalan menuju daerah tersebut sangat sulit ditempuh oleh pekerja.

“Petugas kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perawatan arus listrik ke empat desa tersebut dan tanpa mengenal lelah, siang juga malam. Kadang hingga tengah malam harus berangkat berjalan kaki, bekerja demi melayani masyarakat,” kata Tasiman.

Tasiman menyebutkan kondisi jalan menuju daerah pedalaman tersebut penuh lumpur dan semak belukar, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Padahal pihak PT PLN harus membawa material serta alat-alat untuk memperbaiki listrik di sana menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

“Makanya kadang-kadang agak terlambat pekerjaan anggota kami di lapangan,” kata Tasiman.

Dia berharap masyarakat sebelumnya dapat mengusulkan pembangunan serta perbaikan jalan di Ujungkarang Melidi secepatnya kepada pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. “Supaya petugas kami pun bisa bekerja lebih maksimal ke depannya bila jalannya sudah dibangun dan diperbaiki,” pungkas Tasiman.[]

WARTAWAN: ZAKARIA

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS