29.5 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Melihat Peninggalan Teungku Japakeh di Masjid Madinah

Syeikh Jalaluddin Faqih ulama besar di Negeri Meureudu mendirikan Masjid Madinah sebagai pusat penyebaran Islam. Penasehat militer Sultan Iskandar Muda ini dikenal dengan panggilan Teungku Japakeh.

Jika ke Kabupaten Pidie Jaya, Anda bisa mengunjungi salah satu masjid tertua di Aceh itu. Masjid itu berada di Gampong Dayah Kruet, Kemukiman Kuta Baroh, Kecamatan Meurah Dua. Meski di komplek masjid bersejarah itu sudah lama dibangun masjid baru, tapi Masjid Madinah peninggalan Teungku Japakeh masih juga dipakai untuk kegiatan-kegiatan keagamaan.

Malah, ketika gempa melanda Pidie Jaya pada 7 Desember 2016 lalu, yang menyebabkan masjid itu rusak berat. Aktivitas ibadah dipindahkan ke masjid lama, masjid peninggalan Teungku Japakeh. Penggunaan kembali masjid bersejarah itu sebagai tempat ibadah dilakukan hingga proses pembangunan kembali masjid baru selesai dilakukan.

Baca Juga: Kekuatan Armada Perang Aceh Dalam Sejarah

Ada beberapa benda bersejarah peninggalan Teungku Japakeh di dalam masjid lama itu. Salah satunya adalah mimbar di dalam masjid, yang katanya dibawa dari Madinah, Arab Saudi oleh Tgk Japakeh ketika pulang menunaikan ibadah haji, karena keberadaan mimbar dari Madinah itu pula, sejak dulu masjid itu sering disebut sebagai Masjid Madinah. Meski mimbar itu sudah agak lapuk karena usianya sudah sangat tua, di mimbar yang terbuat dari kayu ini masih terlihat jelas ukiran kaligrafi.

Benda bersejarah lainnya di masjid itu berupa sebuah guci yang diletakkan di pintu masuk masjid. Guci itu berisi air untuk membasuh kaki jamaah yang hendak shalat. Guci ini oleh penduduk setempat disebut sebagai Guci Siam, guci yang juga dibawa pulang ke sana oleh Teungku Japakeh ketika pulang malaksanakan ibadah haji.

Baca Juga: Awal Mula Perang Aceh Dengan Portugis

Di sisi lain ada juga dua batu yang dulu digunakan Teungku Japakeh dalam menyidangkan atau menyelesaikan persoalan dan perselisihan warga. Batu itu dikenal sebagai bate sumpah tempat orang disumpahkan ketika disidangkan untuk menyelesaikan perselisihan.

Masjid Madinah dibangun oleh Teungku Japakeh sekitar tahun 1623 masehi, sepulannya dari perang menyerang Portugis di Malaka tahun 1620. Dalam perang di Semenanjung Melayu tersebut Teungku Japakek bertindak sebagai penasehat militer Sultan Iskandar Muda. Keikutsertaannya sebagai penasehat itu atas permintaan Malem Dagang yang diangkat oleh Sultan Iskandar Muda sebagai panglima perang pada masa itu. Malem Dagang baru bersedia diangkat menjadi panglima perang oleh Sultan Iskandar Muda jika Teungku Japakeh iut serta bersamanya sebagai penasehat.

Baca Juga: Banda Aceh Kota Ilmu Pengetahuan

Teungku Japakeh aslinya bernama Jalaluddin, berasal dari Khoja Faqih, Turki. Orang Aceh suka memangil seseorang dengan nama singkatan. Teungku Jalaluddin dipanggil Teungku Ja, sementara kata Pakeh pada namanya bersumber dari kata “Faqih” daerah asalnya. Orang Aceh menyebut Faqih dengan kata Pakeh, sehingga namanya menjadi Teungku Japakeh yang bermakna Teungku Jalaluddin dari Faqih.

Teungku Japakeh juga dikenal sebagai pendiri pusat pendidikan militer Kerajaan Aceh di kawasan Raweu dalam negeri Meureudu. Para mualim yang melatih tentara kerajaan di pusat pendidikan militer itu merupakan orang-orang yang dikirim dari Turki oleh khalifah Usmaniyah.  Teungku Japakeh wafat pada tahun 1650.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS