27.2 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Pelayanan di Pelabuhan Ulee Lheue Perlu Ditingkatkan

BANDA ACEH | ACEH INFO – Pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue menuju Sabang belum maksimal. Terdapat sejumlah kelemahan dalam penyelenggaraan layanan untuk moda transportasi laut tersebut yang perlu ditingkatkan.

Kondisi ini diketahui setelah Ombudsman RI Perwakilan Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pelabuhan Ulee Lheue, Jumat, 30 Desember 2022 kemarin. Dalam sidak itu, rombongan Ombudsman RI Perwakilan Aceh dipimpin langsung Dian Rubianty selaku kepala lembaga swadaya masyarakat milik pemerintah tersebut.

Dalam sidak itu, Ombudsman RI Perwakilan Aceh mencatat perlunya pertimbangan mengenai kebijakan terkait kenaikan tarif tiket ke Pelabuhan Ulee Lheue dan kapal. Pasalnya banyak warga yang berharap agar tiket kapal tidak dinaikkan dalam waktu dekat.

Selain itu, Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga berharap adanya perhatian penuh dari pengelola dalam pengelolaan tarif masuk menuju pelabuhan Ulee Lheue yang mendapat keluhan dari calon penumpang. Kapasitas area parkir dan hanggar juga perlu mendapat perhatian pengelola untuk mengatasi jika terjadi lonjakan penumpang di pelabuhan tersebut.

Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga menemukan adanya ketidaknyamanan sarpras bagi penumpang dan disabilitas. Selain itu kuota dan armada yang diangkut juga menjadi catatan lembaga tersebut. Di lapangan, Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga memberi catatan terkait jumlah personil dan koordinasi antara stakeholder di lapangan. Ditambah lagi perlunya pengelolaan pengaduan di Pelabuhan Ulee Lheue jika ada komplain dari masyarakat masih membingungkan.

“Kami akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan. Perlu ada loket pengaduan,” kata Dian Rubianty.

Baca: Terkait Antrian Panjang di SPBU, Ombudsman Perwakilan Aceh Lakukan Ini

Ombudsman juga mendapati adanya masyarakat yang bingung dalam mekanisme pengaturan jalur antrian tiket, baik terhadap tiket antrian untuk kendaraan maupun untuk penumpang pada layanan kapal lambat. Selain itu, keterjangkauan pelampung juga perlu diperhatikan penyelenggara pelabuhan untuk keselamatan para penumpang kapal. Saat ditemui di lapangan, Tim Ombudsman RI Perwakilan Aceh mendapati banyak penumpang yang memilih duduk berama0ramai di luar kapal. Sementara posisi pelampung justru berada di dalam kapal.

Tak hanya itu, Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga menyorot sarana mushala yang relatif kecl.

“Yang memprihatinkan ada sejumlah anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor. Temuan ni perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait, mulai dari petugas di lapangan juga dari orangtua,” kata Dian lagi.

Di sisi lain, Ombudsman RI Perwakilan Aceh tidak melihat adanya lonjakan penumpang di pelabuhan Ulee Lheue yang menyeberang ke Sabang. Kondisi di lapangan juga dipastikan relatif aman dan masih dapat diatasi petugas.

“Belum terjadi lonjakan yang begitu tinggi,” ujar pejabat Tata Usaha pada Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Fitri Supriadi.

Dia menduga kondisi ini memiliki kaitan dengan imbauan potensi cuaca ekstrem yang pernah dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Namun, kami tetap siap memberikan pelayanan jikapun mendadak terjadi lonjakan karena liburan,” kata Fitri.

Fitri juga menjelaskan pihak pengelola pelabuhan masih mengenakan tarif tiket lama hingga akhir tahun 2022 ini. Sementara tarif baru bakal berlaku mulai 5 Januari 2023. “Tapi masih tunggu arahan,” katanya.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS