28.1 C
Banda Aceh

TERKINI

POPULER

Pemerintah Swedia Diminta Tidak Bersembunyi dengan Alasan Kebebasan Demokrasi Terkait Pembakaran Al Qur’an

spot_img

JAKARTA | ACEH INFO – Pemerintah Swedia tidak dapat bersembunyi dengan alasan kebebasan berdemokrasi dan berpendapat untuk membenarkan aksi Rasmus Paludan membakar Al Qur’an. Alasan kebebasan tersebut dinilai dapat berpotensi menimbulkan konflik berbau rasial dan keagamaan yang lebih luas.

“Hal ini akan memicu perpecahan dan dapat menimbulkan kekacauan yang lebih besar lagi,” ujar Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarni, dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Januari 2023.

Komisi I DPR RI bahkan berencana untuk mengambil langkah menaikkan isu pembakaran salinan Al Qur’an di depan kantor Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, beberapa waktu lalu, ke tingkat bilateral atau multilateral. Pasalnya, tindakan pembakaran salinan Al Qur’an oleh Rasmus Paludan, politisi Swedia itu, menurutnya, merupakan bentuk penghinaan terhadap umat Islam di dunia.

“Kita sebagai bangsa yang amat menghormati umat beragama sudah jadi kewajiban untuk mengutuk hal tersebut,” ucap Dave.

Baca: DPR Aceh Kecam Keras Pembakaran Al Qur’an di Swedia

Lebih lanjut ia menjelaskan, langkah diplomasi internasional tersebut akan diambil Komisi I DPR yang mengampu bidang luar negeri. Hal ini akan dilakukan apabila tidak ada langkah tegas setelah Kementerian Luar Negeri RI menempuh jalur diplomasi dengan memanggil Duta Besar (Dubes) Swedia untuk Indonesia, Marina Berg.

“Dari Kemlu infonya akan memanggil Dubes (Marina Berg), bila tidak ada sikap yang tegas dan jelas, Komisi I akan menaikkan isu ini ke bilateral atau multilateral,” kata politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Dikutip kantor berita Turki Anadolu, Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras) membakar sebuah buku Al Qur’an atas izin pemerintah dan perlindungan polisi Swedia. Aksi pembakaran itu terjadi selama demonstrasi yang menentang permintaan Turki pekan lalu agar Swedia mengambil langkah tegas melawan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dianggap Turki sebagai kelompok teror. Adapun Pemerintah Swedia mengizinkan aksi pembakaran Al Quran karena menilai tindakan adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan berpendapat.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI