27.2 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Putin Bakal Datang, Indonesia Gamang?

JAKARTA| ACEHINFO-Presiden Rusia Vradimir Putin bakal hadir di KTT G20 yang digelar di Bali pada Oktober-November mendatang. Ini memincu kegalauan bagi pemerintah Indonesia, di tengah masih berkecamuknya konflik antara Rusia-Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan, tuan rumah mengundang Putin ke KTT G20. Putin Berencana Hadiri KTT G20 di Bali itu.

“Tergantung banyak hal, termasuk situasi Covid yang semakin membaik. Tapi, sejauh ini niatnya datang,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/3).

Indonesia sendiri mengutuk inveasi Rusia terhadap Ukraina. Namun Indonesia juga mendorong agar konflik kedua negara itu dapat diselesaikan secara damai.

Sebagai tuan rumah KTT G20 tahun ini, Indonesia disarankan tetap menerima kedatangan Putin sesuai dengan konsep politik luar negeri yang bebas aktif. Hal ini juga sebagai bukti bahwa Indonesia tidak memihak antara Rusia maupun Ukraina.

“Semestinya kita terima. Kita sebagai tuan rumah selama ini kan memang tidak memihak ke salah satu pihak, tapi kita memang berharap perangnya ini dihentikan,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, seperti dilansir Detik.com.

Jika Indonesia menolak kehadiran Putin, kata Faisal, dianggap ikut masuk ke dalam konflik Rusia-Ukraina. Hal itu dinilai hanya akan memperparah dampak perang ke ekonomi global dan nasional.

“Kalau kita menolak kehadiran Rusia berarti kita ikut masuk ke dalam konflik dan akan memperparah konflik yang sudah keruh. Itu akan berdampak buruk bagi ekonomi global dan nasional,” tambahnya.

Rencana kehadiran Putin ke KTT G20 Bali mendapat dukungan dari sejumlah negara termasuk China. Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan Rusia merupakan anggota penting G20. Sehingga tak ada anggota yang memiliki hak untuk menghentikan kedatangannya di forum tersebut.

“Tidak ada anggota yang memiliki hak untuk memberhentikan negara lain sebagai anggota. G20 harus menerapkan multilateralisme yang nyata, memperkuat persatuan dan kerja sama,” kata Wang.

Amerika Serikat dan sekutunya diketahui sedang mempertimbangkan soal keberadaan Putin di G20. Rusia saat ini menghadapi serangan sanksi internasional yang dipimpin oleh negara-negara Barat yang bertujuan mengisolasinya dari ekonomi global.

Negara-negara tersebut juga berusaha menutup Rusia dari sistem pengiriman pesan bank global SWIFT dan membatasi transaksi oleh bank sentralnya. []

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS