19.4 C
Aceh

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Terkait Ancaman Pembunuhan, Puluhan Wartawan di Aceh Tengah Turun ke Jalan

TAKENGON | ACEH INFO – Puluhan wartawan, elemen sipil dan aktivis mahasiswa menggelar aksi protes terkait ancaman pembunuhan terhadap wartawan di Aceh Tengah. Aksi protes tersebut digelar di depan Polres Aceh Tengah, Takengon, Jumat, 11 November 2022.

Ikut serta dalam aksi ini berbagai wartawan yang tergabung dalam organisasi profesi seperti PWI, AJI, dan IJTI.  Massa menuntut polisi agar menangkap pelaku pengancaman terhadap Jurnalisa, salah seorang wartawan di Aceh Tengah, pada hari ini juga.

“Tidak ada kata damai, hari ini pelaku pengancaman harus ditangkap oleh polisi. Hari ini senior kami diancam, besok-besok kita yang diancam,” kata salah seorang orator, Muhammadin dalam aksi tersebut.

Sementara Ketua PWI Aceh Tengah, Wen Yusri Rahman, menyebutkan seharusnya pelaku membantah pemberitaan yang ditulis wartawan jika menganggap keliru dengan menggunakan hak sanggah, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Pers. Dia turut mengecam aksi pengancaman yang dilakukan pelaku oknum pengawas proyek pembangunan Pasar Rajawali Sejahtera.

Menurut Wen Yusri, Jurnalisa yang kesehariannya menulis untuk Harian Rakyat Aceh telah memenuhi unsur profesionalitas wartawan dengan mencoba untuk mengklarifikasi pemberitaan melalui sambungan telepon. Namun, kata Wen Yusri, permintaan konfirmasi tersebut tidak diindahkan. “Malah mengancam, ini jelas melanggar dan masuk ranah pidana,” kata pria yang akrab disapa Wyra tersebut.

Dia meminta kepolisian untuk menindaklankjuti laporan yang dilayangkan Jurnalisa selaku korban pengancaman. Kasus itu juga diminta untuk mendapat atensi penuh dari polisi. “Kami minta usut tuntas, ini pembunuhan terhadap profesi jurnalis,” kata Wen Yusri Rahman.

Hal senada disampaikan perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen, Iwan Bahagia. Iwan meminta polisi mengusut tuntas kasus pengancaman tersebut dan menaruh perhatian terhadap proyek pembangunan yang menjadi obyek pemberitaan.

“Kalau tulisan ranahnya Dewan Pers, bukan datang ke rumah yang bersangkutan apalagi ancaman bunuh disaksikan istri. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Iwan Bahagia.

Sebagai catatan, Jurnalisa, salah satu wartawan Rakyat Aceh yang bertugas di Aceh Tengah mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari oknum pengawas proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera pada Kamis, 10 November 2022. Proyek tersebut dilaksanakan di kawasan Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Dari keterangannya kepada awak media, Jurnalisa mengaku didatangi dua orang pria saat dirinya berada di rumah pada Kamis, 11 November 2022 sekira pukul 08.00 WIB. “Pada saat itu mereka menggedor pintu gerbang, lalu saya keluar, wajah mereka terlihat marah, mereka bahkan mencoba memukul,” kata Jurnalisa dalam siaran pers yang diterima wartawan.

Kejadian tersebut membuat istri korban keluar dan berusaha melerai. Namun, seorang pria yang marah-marah tersebut turut berteriak dengan nada mengancam. “Kamu tidak tahu berurusan dengan siapa, kubunuh nanti kamu,” kata Jurnalisa meniru ucapan pria tersebut.

Ancaman itu diucapkan berulangkali oleh pelaku. Merasa terancam, Jurnalisa kemudian membuat laporan ke Polres Aceh Tengah. “Saya mengenal kedua orang itu,” kata Jurnalisa seraya menyebut nama dari salah satu pria yang bertandang ke rumahnya tersebut.[]

PEWARTA: FAUZI

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah