31.3 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Ukhuwah Islamiyah di Aceh Bukan Perkara Sulit

BANDA ACEH | ACEH INFO – Mewujudkan ukhuwah islamiyah di Aceh bukanlah perkara sulit dan sangat mudah dilakukan. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut para pihak diminta untuk menghormati kearifan lokal yang ada di Aceh.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Zahrol Fajri dalam sambutan di Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Aceh, di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, 21-23 Maret 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Zahrol meminta kader Dewan Dakwah Indonesia untuk mengedepankan ukhuwah islamiyah dalam berdakwah.

Dalam Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pokok-Pokok Syariat Islam menurut Zahrol juga telah diatur tentang formulasi pelaksanaan syariat Islam di Aceh yang menghargai keberagaman. Untuk itu Zahrol meminta kepada semua pihak agar dapat menghormati tata cara ibadah mayoritas umat Islam di Aceh.

Selain itu, kata dia, kalangan minoritas juga diminta untuk tetap menghargai keyakinan dan pola ibadah ummat muslim lainnya di Aceh. Menurutnya, tidak adalasan apapu mengkritisi secara vulgar dan terbuka serta memojokkan keyakinan atau tata cara beribadah masyarakat Aceh saat ini.

“Saya merasa, jika semua pihak mampu membangun rasa hormat terhadap kearifan lokal, maka jalinan silaturrahmi serta ukhuwah Islamiyah di Aceh semakin baik dan berkualitas,” ujar Zahrol.

Zahrol dalam kesempatan tersebut turut mengajak Dewan Dakwah untuk bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mewujudkan persatuan di kalangan ummat. Ia bahkan berpesan agar kader Dewan Dakwah menciptakan suasana sejuk di tengah-tengah ummat.

Dia berharap Dewan Dakwah berperan besar dan mau berkiprah secara maksimal dalam kegiatan dakwah di Aceh. Apalagi menurutnya Dewan Dakwah menjadi wadah berkumpulnya para cendikiawan dan intelektual muslim.

“Kami yakin dengan kecerdasan ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk tujuan memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat di Aceh,” kata Zahrol.

Dewan Dakwah juga diharap dapat mengevaluasi dan melakukan terobosan serta inovasi baru dalam menjawab permasalah ummat. Terutama saat terjadinya degradasi moral generasi muda di era keterbukaan informasi saat ini.

“Penting juga diperhatikan agar DDI mengevaluasi program-program dakwah terdahulu dengan memodifikasi metode dakwah sesuai dengan perkembangan generasi muda saat ini. Sasaran kita sekarang adalah generasi millenial,” tambahnya.

Zahrol mengingatkan agar DDI juga dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mencapai harmonisasi antar ormas lainnya. Selain itu DDI juga diminta bersinergi dengan mitra kerja seperti DPRA dan Pemerintah.

Apresiasi mendalam diberikan Zahrol karena DDI sudah membentuk Akademi Dakwah Aceh, yang telah banyak melahirkan kader-kader dakwah militan di Aceh.

Selain itu, apresiasi juga diberikan atas sejumlah aksi sosial di daerah perbatasan dan terpencil di Aceh. Sinergitas antara pemerintah dan DDI dapat dilihat dari kontribusi DDI menempatkan para da’i di daerah perbatasan dan terpencil, dengan melibatkan instansi terkait dan pemerintah daerah.

“Kami mewakili unsur Pemerintah Aceh mengucapkan selamat atas terselenggaranya Rakerwil DDI Aceh Tahun 2022 ini, semoga pelaksanaan kegiatan yang mulia ini dapat  melahirkan rekomendasi dalam perbaikan metode dakwah sehingga tatanan kehidupan masyarakat Aceh menjadi lebih baik lagi sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang kita terapkan di Aceh selama ini,“ pungkasnya. []

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS