27.4 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

POPULER

Bansos Jokowi Dikubur di Depok, JNE Terseret

JAKARTA|ACEHINFO-Pihak kepolisian belum bisa memastikan berapa banyak beras membusuk yang dikubur pihak JNE di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Sesuai dengan kontrak dengan distributor, JNE seharusnya menyalurkan ratusan ribu ton beras bansos kepada masyarakat.

“JNE sebagai pihak jasa kurir yang mengantar beras ke penerima yang namanya sudah ada dalam list yang dibuat oleh pemerintah. Dalam hal ini jumlah beras yang dikirim oleh JNE dalam kontraknya dengan PT DNR sebagai pemenang vendor dari pemerintah, ini berdasarkan pemeriksaan hari ini disampaikan sekitar ratusan ribu ton,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/8) sebagaimana dilansir Detik.com.

Polisi telah meminta keterangan dari pihak JNE terkait beras bansos yang dikubur ini. Hanya, pihak JNE belum bisa memastikan berapa banyak beras rusak yang dikubur di Depok tersebut.

“Dalam BAP hari ini saudara Syamsul Jamaludin (perwakilan JNE) tidak bisa terangkan jumlah pasti yang rusak. Kemudian yang jadi pertanyaan masyarakat dan kita semua kenapa dilakukan penimbunan beras itu, ini masih kita dalami,” kata Zulpan.

Zulpan menyebut pihak JNE sebagai kurir ditugasi oleh PT DNR selaku vendor distributor yang memenangkan lelang, untuk menyalurkan beras bansos kepada masyarakat di Depok. Pengakuan pihak JNE, beras tersebut rusak terkena hujan saat proses pengambilan dari gudang Bulog di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

“Pada saat pengembalian di suatu waktu ini masih kita dalami kapan, keterangan yang kita periksa hari ini menyampaikan pada saat pengambilan beras di Pulogadung ini mengalami gangguan di perjalanan akibat cuaca hujan deras sehingga beras dikatakan dalam kondisi rusak,” beber Zulpan.

Zulpan menambahkan, pihak JNE mengaku beras yang rusak itu telah diganti oleh pihaknya dengan paket setara.

“Menurut JNE adalah tanggung jawab JNE dan beras tersebut sudah diganti pihak JNE dengan paket lainnya yang setara,” katanya.

Pihak JNE mengaku beras yang rusak itu milik mereka setelah adanya proses penggantian paket tersebut. Namun Zulpan mengatakan JNE belum bisa menunjukkan dokumen terkait bukti tersebut.

Atas dasar itu, pihak kepolisian akan memanggil ulang JNE pada Selasa (2/8) di Polres Metro Depok.

“Mereka anggap beras itu sudah jadi milik JNE karena telah mengganti kepada pihak pemerintah. Ini keterangan belum didukung dokumen. Jadi baru keterangan secara lisan tentu akan dalami. Tentunya dari pihak JNE karena mereka dapat kontrak dari PT DNR untuk didistribusikan door to door kepada masyarakat yang berhak menerima bansos dari pemerintah,” pungkas Zulpan.

Pihak JNE buka suara terkait temuan berkarung-karung beras bantuan sosial (bansos) di tanah lapang wilayah Tirtajaya, Sukmajaya, Depok. Beras yang dikubur disebut sudah sesuai dengan prosedur.

VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi mengatakan temuan beras bansos di Depok merupakan barang rusak. Menurut Eri, tak ada pelanggaran di sana.

“Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak,” papar Eri dalam keterangan resminya, Minggu (31/7).

Eri mengatakan tindakan itu sudah sesuai dengan perjanjian di antara kedua pihak. Pihaknya juga berkomitmen untuk mengikuti hukum yang berlaku apabila diperlukan.

“Sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak. JNE selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan,” sambungnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI