26.9 C
Banda Aceh
spot_img
spot_img

TERKINI

POPULER

Nuzul Fajri: Pemuda Pidie Jaya Harus Jadi Agen Perubahan

Muda dan kreatif, begitu orang mengenal sosok Nuzul Fajri, sutradara muda ini dipercayakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRK Pidie Jaya dari daerah pemilihan Meureudu, Meurah Dua dan Ulim, nomor urut 5.

Nuzul Fajri turun ke dunia politik bukan tanpa alasan. Berawal dari keprihatinan kurangnya partisipasi anak muda dalam dunia politik, ia memutuskan untuk menjadikan politik sebagai jalan perjuangan membawa dan memperjuangkan aspirasi anak muda di Kabupaten Pidie Jaya di parlemen.

Pria kelahiran Meureudu, 2 Januari 1992 ini mengajak anak muda untuk melek dan sadar politik, karena politik tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir semua kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur kehidupan masyarakat, merupakan hasil pemufakatan politik.

“Anak muda tak perlu ragu berpolitik dan jangan apatis terhadap politik, karena politik merupakan jalan perjuangan, menyuarakan kepentingan dan aspirasi. Semangat ini saya bawa sebagai ikhtiar untuk memperjuangkan aspirasi anak muda Pidie Jaya di panggung politik,” tegas pria berusis 31 tahun tersebut.

Sarjana Psikokoligi Universitas Syiah Kuala ini menilai, selama ini keterwakilan anak muda dan generasi milenial dalam berbagai sisi di Pidie Jaya masih sangat kurang, baik di legislatif maupun di lembaga-lembaga pemerintahan lainnya. Padahal, peran generasi muda sangat penting dalam pembangunan.

Kepercayaan PKB mencalonkan Nuzul Fajri juga sangat beralasan. Selama ini ia dikenal sebagai anak muda kreatif dan konten kreator yang banyak mengeksplor kehidupan masyarakat urban dan sejarah Aceh, khususnya Pidie Jaya. Ia bersama timnya sering menjelajah daerah-daerah pedalaman dan terpencil untuk mengekplor nuansa dan panorama relung negeri Pidie Jaya kemudian dikabarkan ke seantero jagad melalui chanel media youyube dan berbagai platform media sosial.

Di kalangan sineas Aceh, Nuzul Fajri juga dikenal sebagai sutradara muda yang karya-karyanya sudah go nasional. Beberapa karyanya mendapat apresiasi dari pemirsa antara lain: Kabar Baik Dari Dhapu Ade (2013), Dilarang Mati Di Tanah Ini (2014), dan Maop di Kota Madani (2016).

Film dokumenter Kabar Baik Dari Dhapu Ade yang digarap Nuzul Fajri bersama rekannya Rifki Saputra. Film ini mengangkat tentang kehidupan masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner, yakni proses pembuatan kue ade dan potensi ekonomi di baliknya, yang kini menjadi jajanan khas dan oleh-oleh para pelintas jalan raya di Meureudu dan Meurah Dua.

Sebagai sineas muda yang terjun ke dunia politik, ketika ditanya kesiapannya mewakili kepentingan anak muda Pidie Jaya di parleman, dengan santun, alumni SMA Negeri Meureudu ini menjawab. “Pada prinsipnya kita siap. Alhamdulillah partai memberi kepercayaan untuk maju. Setelah mendapat restu orang tua, maka dengan mengucapkan Bismillah saya terima tantangan ini. Jika dipercaya oleh masyarakat, saya siap perjuangkan aspirasi anak muda di DPRK,” tegasnya penuh semangat.

Putra dari pasangan guru Muhammad Nasir Usman dan Hasni Hajad ini menambahkan, bahwa anak muda harus mengambil peran dalam berbagai bidang untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan passion dan profesi masing-masing. Apa lagi Indonesia akan mengalami bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif dan pemuda lebih mendominasi.

“Pemuda merupakan agen perubahan sekaligus agen pembangunan, keterlibatannya dalam politik merupakan bagian dari upaya untuk mewarnai pembangunan dan perubahan Aceh ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Sebagai pemuda, tambah Nuzul Fajri, harus siap membawa perubahan dan menerima perubahan itu sendiri sesuai dengan perkembangan zaman, anak muda juga harus mampu menerima amanah dan tanggung jawab sebagai penerus estafet bangsa.

“Perlu paradigma baru dalam membangun Pidie Jaya. Anak muda jangan jadi penonton, jangan hanya menjadi pencari kerja, tapi juga harus memanfaatkan peluang dan menciptakan lapangan kerja. Intinya, anak muda jangan hanya berpangku tangan, jangan pasrah pada keaadaan. Ini saatnya kita bangkit. Pemuda harus mampu meningkatkan kapasitas diri, sehingga punya daya saing, visioner dan harus punya karakter,” tambahnya.

Di sisi lain kata Nuzul Fajri, agar pemuda Pidie Jaya bisa berkembang lebih lebih produktif, harus bisa melihat dan membaca fenomena, kemudian menjadikannya sebagai peluang untuk berkembang menjadi lebih produktif.

“Saya mendambakan terwujudnya pemuda Pidie Jaya yang mandiri dan berdikari, dengan memanfaatkan berbagai peluang dan kesempatan dan berpartisipasi dalam pembangunan. Pemuda jangan lagi hanya sekedar menjadi objek pembangunan, tapi harus bisa menjadi subjek, menjadi pelaku yang berperan aktif dalam pembangunan di berbagai lini dan bidang,” pungkasnya.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI