30.6 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Persoalan Maintenance Sistem BSI Jangan Ditarik ke Ranah Lain

BANDA ACEH | ACEH INFO – Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Yusri meminta agar persoalan maintenance sistem Bank Syariah Indonesia (BSI) yang sempat bermasalah agar tidak ditarik ke ranah lain. Hal itu disampaikan Yusri dalam  konferensi pers bersama Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar, Selasa, 9 Mei 2023 di Kantor OJK Aceh di Pangoe Raya, Kecamatan Uleekareng, Kota Banda Aceh.

Yusri menegaskan, OJK akan tetap melakukan pengawasan dan monitoring, serta membuka layanan masyarakat jika ada nasabah yang merasa dirugikan akibat kesalahan sitsem tersebut.

“OJK fokus melakukan pengawasan 24 jam. Terkait hal tersebut bisa kami sampaikan bahwa, ini murni persoalan sistem, kesalahannya sudah diperbaiki, ini terjadi bukan hanya di Aceh tapi secara nasional. Kami meminta kepada khalayak agar jangan dikaitkan kemana-mana, jangan ditarik ke ranah yang lain,” harap Yusri.

Baca Juga: Menelisik Intermediasi Perbankan di Aceh

Yusri menambahkan, OJK Aceh Aceh telah proaktif melakukan koordinasi baik dengan internal maupun BSI Aceh dalam upaya memastikan layanan BSI Aceh pada masyarakat di Aceh dapat segera berjalan normal kembali.

Katanya, layanan pada sistem BSI yang terjadi pada 8 Mei 2023 sebagaimana penjelasan Corporate Secretary BSI yang sedang melakukan pemeliharaan (maintenance) sistem
sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pelayanan BSI kepada nasabah.

Untuk memastikan layanan nasabah tidak terkendala, OJK Aceh juga telah melakukan monitoring terhadap 5 kantor cabang/cabang pembantu dan puluhan ATM BSI yang
tersebar di Kota Banda Aceh, serta terhadap beberapa jaringan kabupaten/kota lainya. Hasilnya, sebagian besar layanan ATM telah beroprasi secara normal dan dapat
digunakan oleh masyarakat di Aceh.

“Hal ini menjadi salah satu komitmen OJK Aceh dalam memastikan layanan nasabah oleh perbankan tidak terkendala dan menjadi salah satu upaya meminimalisir pengaduan nasabah terhadap layanan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) perbankan di Aceh,” tabahnya.

Baca Juga: OJK  Dorong Penguatan Ekonomi Asean Melalui Inklusi Keuangan Digital ke UMKM

Pada kesempatan yang sama Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar menyampaikan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah, apa yang terjadi saat maintenance sistem tersebut kurang lebih mirip dengan apa yang terjadi pada tahun 2021 saat migrasi sistem. Mudah mudahan penyelesaiannya bisa lebih cepat. Dana nasabah dipastikan tetap aman baik sebelum maupun setelah maintenance.

Meski demikian Wisnu mengimbau agar nasabah tetap waspada jika ada pihak-pihak tertentu yang tidak jelas dengan akun-akun tertentu memanfaatkan kondisi dalam proses tersebut. “BSI tetap komit memberikan pelayanan yang terbaik, dalam kondisi seperti ini fokus kami adalah memastikan dan membuka layanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, kalau di Aceh kita prioritaskan layanan ATM,” pungkasnya.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS