28 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Masyarakat Harus Dilibatkan dalam Pembangunan Ekosistem Ekonomi

CALANG | ACEH INFO – Membangun ekonomi suatu daerah pada hakikatnya harus dimulai dari desa. Masyarakat dijak untuk ikut terlibat dan mengambil kesempatan dan peluang kerja dari mata rantai ekosistem ekonomi yang dibangun, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Hal itu disampaikan Dewan Pengawas Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Qiradh Al Mutawakkil, Amal Hasan SE, M.Si saat mengunjungi Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) binaannya di desa Krueng Tho, Kecamatan Darul Hikmat, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat, 29 Maret 2024.

“Kita melihat Aceh Jaya secara keseluruhan punya potensi ekonomi yang baik. Membangun ekonomi daerah pada hakikatnya harus dimulai dari desa. Maka kami ambil peluang ini untuk membangkitkan ekonomi masyarakat dari desa, karena selama ini pembangunan ekonomi Aceh Jaya cenderung stagnan,” ujar Amal Hasan.

Baca Juga: Amal Hasan Gagas Ekosistem Ekonomi Desa Ciptakan Nilai Tambah Bagi UMKM

Ketua Ikatan Keluarga Aceh Jaya (Ikajaya) ini menambahkan, Baitul Qiradh Al Mutawakkil bersama PT Sentra Agro Hortikultura (SAH) berusaha menangkap peluang untuk menciptakan ekosistem pengembangan ekonomi dari desa seuai dengan segmen dan potensi yang dimiliki desa tersebut, mulai dari bahan baku di tingkat petani, kelompok usaha dibagian produksi, kelompok pengemasan untuk meningkatkan nilai jual, hingga bagian penjualan yang terintegrasi.

“Dengan demikian semua orang akan mendapat kesempatan kerja di segmen masing-masing dalam mata rantai usaha keripik ini. Kita harapkan nanti akan muncul produk-produk lain yang bisa meningkatkan citra ekonomi Aceh Jaya. Mudah mudahan ini bisa meningkatkan semangat masyarakat Aceh Jaya dalam membangun ekonomi daerah. Ini merupakan pilot project dan Alhamdulillah hasilnya disambut baik oleh pasar,” jelas Amal Hasan yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) tersebut.

Sementara itu General Manager Baitul Qiradh Al Mutawakkil Agus Sanusi SE menjelaskan, pemberdayaan pelaku UMKM keripik di Krueng Tho tersebut merupakan program sinergitas pihaknya dengan PT SAH untuk pengembangan usaha mikro di tengah masyarakat.

“Kami mulai dari bawah dengan menyediakan pembiayaan untuk membuka peluang usaha di daerah. Kalau kita lihat secara keseluruhan di Aceh Jaya, selain sektor pertanian masih banyak sektor lain yang punya potensial,” ujarnya.

Baca Juga: Amal Hasan Banda Aceh Harus Dibangun dengan Empat Pilar yang Terintegrasi 

Wirdatuljannah pelaku usaha UMKM keripik pisang di Krueng Tho bersama lima perempuan lainnya mengaku senang dan bahagia dengan kehadiran Baitul Qiradh Al Mutawakkil dan PT SAH yang membantu pembiayaan dan pembinaan usaha mereka. Bila sebelumnya usaha keripik dilakukan di masing-masing rumah, kini dengan dibentuk kelompok usaha dan pendampingan yang diberikan, pihaknya menjadi lebih bersemangat dalam mengembangkan usaha.

“Kami hanya produksi di sini bersama-sama dengan peralatan, alat kerja dan bahan baku yang disediakan. Kami bisa fokus bekerja tanpa harus memikirkan soal bahan baku dan penjualan produk, karena itu telah ditangani bagian lain. Berapa pun bahan baku yang disuplay kepada kami siap kami olah,” katanya sambil tersenyum.

Tokoh masyarakat Krueng Tho, Hidayatullah menyambut baik pembiayaan UMKM yang dikucurkan Baitul Qiradh Al Mutawakkil dan pembinaan dari PT SAH terhadap kelompok usaha perempuan penghasil keripik di desanya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Al Mutawakkil dan PT SAH. Ini merupakan aksi nyata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Kami akan terus mengajak masyarakat untuk menggalakkan hal-hal seperti ini, sehingga terciptanya peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya,[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS