28.3 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Penetapan 112,48 Hektare Penlok Tambahan Tol Sigli-Banda Aceh Belum Kelar

BANDA ACEH | ACEH INFO – Penyelesaian pembangunan ruas jalan tol Sigli – Banda Aceh ditargetkan selesai antara Maret hingga Juni 2024. Asumsinya jika penerbitan penetapan lokasi (Penlok) tambahan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) segera dilakukan terhadap 112,48 hektar lahan.

Hal itu disampaikan Branch Manager Jalan Tol Sigi – Banda Aceh, Totok Masyadi pada acara media ghatering Hutama Karya dengan wartawan di Banda Aceh, Selasa, 9 Oktober 2023. Totok Masyadi menjelaskan, panjang tol Sigli – Banda Aceh 74,20 kilometer.

Sebagian ruas tol telah dibuka untuk umum sejak 26 Agustus 2020, pengenaan tarif baru dilakukan pada 12 November 2020 di seksi empat. Sementara seksi 3 dibuka pada 10 Maret 2021 dan baru diberlakukan tarif pada 27 Maret 2021.

Baca Juga: Pembiayaan Perbankan di Aceh Capai Rp36,47 Triliun

Sementara itu seksi dua baru dibuka dan dikenakan tarif pada 27 April 2022.  Fungsional seksi 5 dan 6 pada 15 – 30 April 2023 serta baru dikenakan tarif pada 22 Juni 2023. Sejak dibuka, secara umum pengguna jalan tol Sigli – Banda Aceh mengalami tren pertumbuhan setiap bulan.

“Setiap kali ada pembukaan sesi tol baru ada peningkatan pengguna, penurunan hanya terjadi pada masa pendemi. Pembukaan sesi baru mempengaruhi peningkatan pengguna jalan tol,” ungkap Totok Masyadi.

Totok Masyadi menambahkan, pihaknya juga melakukan penghijauan, pemeliharaan dan perawatan ruas jalan tol untuk mencegah resiko kecelakaan. Rest area juga akan dibangun untuk kebutuhan pengguna tol. “Diutamakan untuk menampung UMKM setempat, HK telah melakukan koordinasi dengan pembina UMKM untuk mengisi tenant di rest area, 30 persen minimal diisi oleh UMKM,” jelas Totok.

Baca Juga: Market Share Perbankan Syariah Tumbuh Konsisten

Pada kesempatan yang sama, Junior Manager Teknik Proyek Jalan Tol Sigli – Banda Aceh, Indra Wijaya menambahkan, penyelesaian sesi 1 tol Sigli – Banda Aceh masih terkendala lahan, penyelesaian kendala tersebut sedang dalam proses. Karena itu penyelesaiannya tidak mungkin terkejar pada Desember 2023, meski demikian secara total fisik 80 persen sudah siap.

“Pembebasan lahan untuk Penlok tamabhan dilakukan oleh PUPR, setelah itu baru diserahkan ke HK untuk dibangun. PRnya masih banyak di sini. Sesi 1 kendalanya karena dari lahan bermasalah itu sebagian besar lahan masyarakat yang menolak nilai ganti rugi, sementara di sesi 2 hingga 6 itu tanah milik instansi, meski masih berproses pembangunan bisa dilakukan terus, karena hanya tunggu peralihan atau pengesahan penatapan lahan saja.

Indra Wijaya juga menambahkan erlu ada lahan tambahan seluas 12,3 hektare. Penambahan lahan ini diperlukan untuk badan jalan, kaki timbunan dan lereng galian, serta drainase saluran samping. Terkait Penlok tambahan itu sudah dilakukan konsultasi public ulang di Kecamatan Kutabaro, Lembah Seulawah, dan Padang Tiji pada 24, 25, dan 30 Agustus 2023.

“Konsultasi Alhamdulillah tidak ada masalah, masyarakat setuju, tidak ada penolakan, berita acara konsultasi publik telah diserahkan ke Dirjen Bina Marga, sekarang prosesnya di pusat,” ungkapnya.

Baca Juga: Anak Muda Aceh Bergeliat di Pasar Modal

Menurut Indra Wijaya jika penerbitan Penlok tambahan oleh KPPIP dilakukan, maka hanya butuh waktu sekitar 6 bulan untuk menyeesaikan sisa pekerjaan tersebut. “Setelah lahan bebas kita bisa selesaikan 6 bulan, targernya Maret sampai Juni 2024 sudah selesai,” pungkasnya.

Hadir juga pada acara tersebut Prodir Proyak Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Slamet Sudrajat, VP Corcomm Hutama Karya Intan Zania, External Communication Head Hutama Karya Ahmad Maulana, staf SDM dan Umum Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Faisal.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS