28 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Marhaban Ya Ramadhan

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

Bulan Ramadhan telah tiba. Marhaban ya Ramadhan…! (Selamat datang wahai Ramadhan), bulan agung dan mulia, bulan yang memiliki banyak keutamaan yang sehingga gelar dari Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sayyidusy syuhur (penghulu segala bulan), bulan yang diwajibkan padanya ibadah yang agung yaitu puasa dan dianjurkan padanya ibadah qiyam Ramadan yaitu shalat tarawih, tahajud dan witir.

“Tamu” agung yang ditunggu-tunggu kedatangannya selama ini oleh umat Islam seluruh dunia yang bernama Ramadhan telah datang. Allah ta’ala telah mengutus “tamu” agung ini kepada umat Islam dengan membawa banyak “hadiah” dari-Nya berupa keberkahan (bonus pahala yang berlipat ganda), rahmat (kasih sayang), itqun minar nar (pembebasan dari api neraka), maghfirah (pengampunan dosa) , dan “hadiah” lainnya. Inilah karunia dan rahmat Allah ta’ala kepada kita yang wajib kita mensyukurinya.

Setelah sekian lama berpisah, kini bulan Ramadhan yang dirindukan kehadirannya selama ini telah hadir kembali menghampiri kita. Kedatangannya selalu dinantikan dan dielu-elukan oleh umat Islam di seluruh dunia. Suasana bersamanya menyenangkan dan membuat jiwa-jiwa orang mukmin tenang dan damai. Umat Islam seluruh penjuru dunia  menyambut kedatangan Ramadhan dengan gembira, antusias dan syukur.

Tahniah Ramadhan Ungkapan Kegembiraan

Di antara bentuk kegembiraan umat Islam atas kedatangan bulan Ramadhan adalah mereka saling memberi ucapan tahniah atas kedatangan bulan Ramadhan dan saling mendoakan agar ibadah di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah ta’ala.

Ada fenomena menarik ketika Ramadhan dan Hari Raya tiba setiap tahunnya. Umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia saling menyampaikan ucapan tahniah (ucapan selamat) atas kedatangan bulan Ramadhan seperti ucapan  “Marhaban ya Ramadhan” . Begitu pula ucapan tahniah Hari Raya ketika hari Raya tiba.

Ucapan tahniah ini sering kita baca dan dengar setiap kedatangan bulan Ramadhan dan Hari Raya. Berbagai spanduk dan baliho yang bertuliskan ucapan tahniah  atas kedatangan Ramadhan dan Hari Raya menghiasi seluruh pelosok kota dan kampung. Bahkan menghiasi berbagai media lainnya seperti surat kabar, televisi, radio, dan media sosial (medsos).

Namun, ucapan tahniah yang  paling favorit dan trend pada saat ini adalah ucapan tahniah dengan menggunakan media sosial (medsos) seperti Whatsapp (WA), Instagram (IG), Twitter (TW), Facebook (FB), dan lainnya. Karena, dengan media-media ini lebih mudah, efisien, gratis dan cepat sampai tujuan.

Ungkapan tahniah  menyambut kedatangan bulan Ramadhan dan Hari Raya sudah menjadi populer dan tradisi di kalangan umat Islam sejak dulu sampai hari ini. Ucapan tahmiah ini merupakan bentuk ungkapan rasa gembira, antusias dan syukur atas kedatangan bulan Ramadhan dan Hari Raya.

Dulu pada masa awal-awal muncul Handphone (Hp), umat Islam menggunakan Short Message (SMS) dan  kartu untuk mengucapkan tahniah Ramadhan dan Hari Raya kepada sesama umat Islam. Di samping itu juga menggunakan surat kabar, brosur imsakiyyah, spanduk dan baliho. Ucapan tahniah melalui media-media tersebut menjadi trend pada masa itu.

Saat ini, ucapan tahniah Ramadhan dan Hari Raya melalui SMS dan kartu tidak menjadi trend lagi. Adapun ucapan tahniah melalui media cetak seperti koran, brosur imsakiyyah, spanduk dan baliho masih menjadi trend untuk saat ini di samping melalui medsos. Namun yang paling trend saat ini, ucapan tahniah melalui medsos.

Ucapan tahniah Ramadhan dan Hari Raya  sudah menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Ucapan ini dilakukan dalam rangka menyambut kedatangan bulan Ramadhan dan Hari Raya. Tahniah ini merupakan bentuk ungkapan kegembiraan umat Islam atas kedatangan bulan Ramadhan dan Hari Raya. Inilah karunia dan rahmat Allah ta’ala yang patut kita sambut dengan gembira, antusias, dan syukur.

Sambut Bulan Ramadhan Dengan Gembira Dan Syukur

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan gembira dan antusias beribadah padanya serta syukur. Bagaimana tidak? Bulan Ramadhan membawa banyak keutamaan seperti rahmat (kasih sayang), maghfirah (pengampunan dosa), itqu minnan nar (pembebasan dari api neraka), keberkahan (dilipat gandakan pahala), sarana menjadi orang taqwa, dan keutamaan lainnya. Ini nikmat dan karunia Allah ta’ala yang wajib disyukuri.

Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya tersebut, maka sangatlah wajar bila bulan Ramadhan dijuluki oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dengan sebutan sayyid asy-syuhur (penghulu segala bulan). Oleh karena itu, bulan Ramadhan disambut dengan gembira dan antusias oleh umat Islam di seluruh dunia.

Sebaliknya, ada golongan yang merasa susah dan gelisah dengan kedatangan bulan Ramadhan. Mereka tidak bergembira sebagaimana umat Islam lainnya yang bergembira dalam menyambutnya. Mereka ini adalah golongan setan dan para pengikutnya dari kalangan manusia yaitu para pelaku maksiat.

Bagi setan, kedatangan bulan Ramadhan berarti menggagalkan usaha mereka selama ini dalam menjerumuskan umat Islam ke dalam neraka. Karena, pada bulan Ramadhan Allah ta’ala menyediakan pengampunan bagi orang-orang yang berpuasa. Rasa tidak senang juga dirasakan oleh para pengikut dan murid setan dari kalangan manusia. Mereka itu pata pelaku maksiat. Bagi mereka, Ramadhan mengganggu maksiat yang sudah biasa melakukan selama ini.

Tidak ada amalan khusus yang disyariatkan dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan karena tidak ada satupun dalil yang shahih yang menjelaskannya ,kecuali menyambutnya dengan gembira, antusias dan syukur serta menyampaikan kabar gembira atas kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan-keutamaannya. Inilah karrunia dan rahmat Allah ta’ala yang wajib disambut dengan gembira, antusias dan syukur.

Allah ta’ala berfirman, “Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (Yunus: 58).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Ketika bulan Ramadhan datang, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telah datang kepada kalian syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Padanya  juga terdapat suatu malam (yang ibadah  padanya) lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam tersebut, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi)

Dalam riwayat lain, “Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di hadapan para sahabatnya, “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) didalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah. Siapa yang mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan (pada bulan itu), seolah-olah ia mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan lainnya. Siapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan yang lain, ia seolah-olah mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan lainnya.” (HR. Al-Baihaqi).

Syaikh Abdul Azis bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata, “Saya tidak mengetahui sesuatu amalan yang khusus yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk menyambut bulan Ramadhan kecuali dengan perasaan bahagia, gembira dan senang serta bersyukur kepada Allah. Karena, Allah telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan dan memberikan kepadanya taufiq sehingga Allah menjadikannya termasuk orang-orang yang masih hidup serta berlomba lomba dalam beramal kebajikan.” (Majmu’ Al-Fatawa: 9/15).

Nikmat Yang Wajib Disyukuri

Kita wajib bersyukur kepada Allah ta’ala atas pemberian nikmat-Nya yang besar kepada kita yaitu dipertemukannya kita dengan bulan Ramadhan. Dengan demikian, kita masih diberi kesempatan oleh Allah ta’ala untuk meraih berbagai keutamaan yang disediakan oleh Allah ta’ala pada bulan ini.

Barangkali pada bulan Ramadhan lalu, kita tidak optimal dan tidak pula berkualitas dalam beribadah (yaitu tidak sesuai petunjuk Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam). Maka, pada bulan Ramadhan kali ini kita diberi kesempatan oleh Allah ta’ala untuk memperbaikinya agar badah kita menjadi optimal dan berkualitas.

Bersyukurlah orang-orang yang dipertemukan dengan Ramadhan. Betapa banyak saudara-saudara kita muslim yang tidak dapat kesempatan beribadah di bulan Ramadhan kali ini, karena mereka telah dipanggil oleh Allah ta’ala (meninggal) terlebih dahulu sebelum kedatangan bulan Ramadhan. Begitu pula sebahagian saudara kita yang sampai hari ini masih sakit dan dirawat baik di rumah sakit maupun di rumahnya sendiri.

Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita agar senantiasa mensyukuri nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada kita dan tidak melalaikannya serta tidak kufur nikmat.

Allah ta’ala berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrahim: 7).

Allah ta’ala juga berfirman, “Maka ingattlah kamu kepada-Ku, Aku pun akan ingat kamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (Al-Baqarah: 152).

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).

Maka, bersyukurlah kita kepada Allah ta’ala terhadap nikmat umur dan kesehatan ini sehingga kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Oleh karena itu, perbanyaklah ibadah dan amal shalih lainya  pada setiap waktu khususnya di bulan Ramadhan yang agung ini. Lakukanlah ibadah sesuai dengan petunjuk Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, agar kita dapat meraih berbagai keutamaan yang disediakan oleh Allah ta’ala pada bulan Ramadhan ini.

Akhirnya, mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan gembira dan syukur serta antusias dalam melakukan berbagai amal shalih seperti puasa, tadarus al-Qur’an, shalat-shalat sunnat khususnya tarawih, tahajud, dan witir, i’tikaf, infaq, memberi bukaan puasa dan sahur untuk orang yang berpuasa, dan sebagainya. Mari kita beribadah dengan maksimal dan berkuliatas yaitu sesuai dengan petunjuk Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam, agar ibadah kita diterima oleh Allah ta’ala. Jika tidak, maka ibadah kita tidak diterima.

Berbagai keutamaan yang disediakan oleh Allah ta’ala di bulan Ramadhan tersebut sepatutnya memberikan motivasi dan semangat kepada kita untuk memperbanyak ibadah dan amal shalih lainnya padanya. Semoga Allah ta’ala menerima ibadah kita dan semoga kita dapat meraih berbagai keutamaan bulan Ramadhan. Aamin..!

*Penulis adalah Dosen Fiqh dan Ushul pada Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda  Aceh, Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh pada International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Syah Kuala Banda Aceh

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS