27.1 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Khanduri Peutamat Daroih Bulan Ramadan

Dalam bulan Ramadan sekurangnya masyarakat Aceh menggelar tiga kali khanduri (kenduri), yakni khanduri peutamat daroih, khanduri nuzulul Quran dan khanduri 27 Ramadan.

Khanduri peutamat daroih dilaksakanan sebagai wujud syukur telah khatam Alquran di bulan puasa. Para pemuda sudah menamatkan tadarus di meunasah-meunasah atau masjid. Karena itu kenduri ini dilangsungkan malam hari di meunasah atau masjid masing-masing desa.

Kebiasaan masyarakat Aceh dan masyarakat muslim di berbagai daerah lainnya, pada bulan Ramadan sejak malam pertama dan seterusnya, usai melaksanakan shalat tarawih akan membaca Alquran bersama (tadarus) secara sambung menyambung hingga tamat.

Ketika bacaan sudah tamat, maka masyarakat kampung setempat akan mengadakan kenduri di meunasah-meunasah dengan cara membawa hidangan nasi yang akan dimakan bersama usai tarawih, makanya disebut sebagai khanduri peutamat daroih.

Baca Juga: Sedapnya Berbuka Puasa Dengan Kepiting Gulai Ala Singkil

Kemudian pada 17 Ramadan digelar kenduri nuzulul Quran, sebagai bagian dari memperingati peristiwa diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kitap suci bagi umat Islam. Pada kenduri 17 Ramadan ini para pemuda di meunasah-meunasah bertadarus lebih inten dari malam-malam lainnya, karena diyakini banyak keutamaan dan syafaatnya.

Setelah itu pada malam 27 Ramadan akan kembali dilakukan kenduri. Pada malam itu seluruh penduduk desa yang sudah baligh akan datang ke meunasah untuk makan kenduri. Sebelumnya pada magrib juga dilakukan buka puasa bersama di meunasah.

Masyarakat Aceh dan masyarakat muslim umumnya, meyakini pada 27 Ramadhan merupakan malam yang mungkin akan munculnya lailatul qadar, karena itu harus dilakukan kenduri. Diharapkan kenduri itu bisa menjadi sedekah dan diterimanya amal pada malam penuh berkah tersebut.[]

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS