28 C
Banda Aceh
spot_img

TERKINI

Pendek Belum Tentu Stunting

Oleh :  Diza Fathamira Hamzah, SKM., M.Kes*

Anak dengan kondisi stunting akan mengalami keterlambatan proses kehidupan, misalnya, meningkatnya risiko obesitas, penyakit komorbid, serta penurunan fungsi kesehatan reproduksi.

Stunting masih menjadi perhatian banyak pihak, baik praktisi, akademisi, maupun masyarakat luas. Menurut hasil SSGI tahun 2022, angka stunting di Indonesia turun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022. Meskipun terjadi penurunan, bukan berarti kita boleh lengah, mengingat angka tersebut masih jauh dari RPJMN penurunan stunting di tahun 2024 yaitu sebesar 14%.

Mayoritas masyarakat menentukan stunting hanya dari ukuran fisik anak tersebut. Jika pendek, berarti anak tersebut stunting, padahal anggapan tersebut adalah salah. Banyak hal lain yang harus diperhatikan sebelum mendefenisikan anak itu stunting atau bukan. Stunting diakibatkan oleh karena tidak terpenuhinya asupan nutrisi dalam jangka waktu yang lama., sehingga proses terjadinya stunting bertahap dan tidak terjadi secara mendadak atau kebetulan.

Anak yang mengalami stunting, artinya anak tersebut telah melewati berbagai tahapan proses degenerasi dalam tubuhnya, antara lain: tidak adanya peningkatan berat badan yang signifikan di setiap bulannya (weight faltering), balita yang memiliki berat badan tidak sesuai dengan usianya (underweight), gizi kurang, gizi buruk, sehingga akhirnya anak menjadi stunting.

Hal ini jelas sekali bahwa stunting adalah kondisi terparah yang mengakibatkan kerusakan pada anak baik secara fisik, mental, maupun sosialnya. Dalam jangka waktu pendek stunting mengakibatkan: menurunnya sistem imunitas tubuh akibatnya angka kesakitan dan angka kematian anak cenderung meningkat.

Di samping itu, jika ditinjau dari sisi perkembangannya, anak akan mengalami penurunan fungsi kognitif, motorik, dan kecakapan bahasa. Anak stunting juga akan membebani ekonomi keluarga akibat meningkatnya anggaran rumah tangga yang harus dialokasikan ke biaya perawatan anak tersebut.

Tidak hanya itu, dalam jangka waktu panjang, anak dengan kondisi stunting akan mengalami keterlambatan proses kehidupan, misalnya, susah untuk masuk sekolah dikarenakan kondisi fisik yang tidak sesuai dengan usianya, peningkatan risiko obesitas, penyakit komorbid, serta penurunan fungsi kesehatan reproduksi. Terlebih lagi dalam jangka waktu panjang, anak tersebut akan mengalami penurunan prestasi belajar yang pada akhirnya nantinya akan mengalami penurunan produktivitas kerja.

Jika hal ini terjadi berlarut-larut, tentu saja akan menambah beban negara (loss generation). Akibatnya, setiap tahunnya HDI Indonesia akan menurun sehingga generasi penerus bangsa tidak mampu berkompetisi dengan persaingan global. Bisa-bisa tenaga kerja baik di instansi pemerintah maupun swasta lebih banyak direkrut dari negara luar daripada memprioritaskan putra – putri Bangsa Indonesia.

Perlu diketahui dan diingat oleh para orang tua bahwa stunting tidak dapat diobati oleh obat semahal apapun. Hal satu-satunya yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya stunting. Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menjauhkan anak-anak tercinta dari risiko stunting, antara lain: remaja terutama remaja putri untuk mengkonsumsi tablet tambah darah dan menjaga asupan makanannya dengan makanan beragam, bergizi seimbang dan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi kadar bahan tambahan pangan seperti pewarna, pengawet, penyedap, soda, dan bahan-bahan sintetis lainnya yang mampu membahayakan tubuh.

Hal lain adalah ketika si remaja putri tadi beranjak dewasa, menikah dan  hamil, penting untuk memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan kehamilannya minimal 6 kali selama masa kehamilan (antenatal care), yang terdiri dari 2 kali di trimester pertama, 1 kali di trimester kedua, dan 3 kali di trimester ketiga. Menjaga asupan nutrisi yang baik pada masa kehamilan adalah kewajiban mutlak bagi ibu hamil.

Lalu ketika anak dilahirkan, anak tersebut harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah masa itu berakhir wajib diberikan MPASI yang bergizi seimbang tanpa penambahan MSG ataupun BTM lainnya, baik untuk makanan pokok maupun makanan cemilannya. Asupan nutrisi ini wajib dijaga sampai anak tersebut mampu mengurus dirinya sendiri (dalam hal ini remaja dan dewasa).

Setiap anggota keluarga berhak atas keadaan lingkungan yang bersih dan sehat. Sehingga, harus dijauhkan dari polusi baik itu polusi udara yang berasal dari paparan asap rokok, asap kenderaan bermotor maupun polusi lainnya yang mampu mengkontaminasi makanan ataupun minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Oleh karena itu, kepemilikan sarana sanitasi dasar seperti ketersediaan air bersih, adanya jamban, dan sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga penting untuk dipenuhi mengingat bahwa sarana sanitasi lingkungan merupakan salah satu  intervensi sensitive  dalam penurunan stunting.

Keluarga yang memiliki sarana sanitasi dasar yang lengkap berpeluang untuk meningkatkan status gizi anak sebesar 0,1 sampai 0,6 SD pada pengukuran antropometri dengan indikator PB/U atau TB/U. Terlebih lagi, perlunya para orang tua untuk memerhatikan kemasan makanan atau minuman jika membeli makanan dari luar rumah sebab zat-zat yang terkandung dalam material kemasan makanan bisa saja terakumulasi dan menganggu penyerapan zat gizi anak sehingga berdampak pada proses perkembangan dan pertumbuhan si anak.

Hal lainnya adalah pentingnya kesadaran setiap keluarga untuk membawa anaknya ke Posyandu untuk imunisasi. Imunisasi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat sehingga meminimalkan risiko stunting, kesakitan, maupun kematian anak.

Hal-hal sederhana tersebut adalah bukti nyata kita dalam menjaga dan menyayangi diri sendiri juga anggota keluarga, serta bentuk kontribusi sebagai warga negara yang baik dalam mewujudkan Program Indonesia Sehat dengan Pemberdayaan Keluarga (PIS-PK).

*Dosen FKM Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh, Mahasiswi Program Doktoral Universitas Syiah Kuala

spot_img

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

INDEKS