22.1 C
Aceh

TERKINI

POPULER

© Jasa Web Design Banda Aceh : Creatv.id

Aceh dan Wabah Meupuep Chok

Oleh: De Jong Atjeher

Orang Aceh tempo dulu mengenal chok. Paling lazim chok itu digunakan untuk menumbuk sirih dan pinang. Setelah pecah dan bercampur baru dimakan. Terutama para pemakan sirih tua yang tidak lagi punya gigi.

Bentuk chok seperti ruas bambu yang kecil. Panjangnya kira kira 30 centi meter. Penumbuhnya dari besi atau kayu yang keras. Sirih dan pinang dimasukkan ke dalam buluhnya, lalu di rojok-rojok (culok), setelah halus dimasukkan ke mulut. Dan di sinilah ungkapan meupuep chok muncul.

Meupuep chok, harfiahnya bermakna menghisap chok. Sebuah pekerjaan sia-sia. Sebab chok itu hanya punya lubang pemasukan. Jadi dihisap pun takkan mengeluarkan sirihnya. Biasanya orang orang yang mengerjakan sebuah pekerjaan sia sia. Atau tak bermanfaat di sebut  meupuep chok.

Di negeri kita Aceh, gejala meupuep chok sangat mewabah. Misalnya kebiasaan menghabiskan waktu di warung kopi. Walau saat ini warkop juga menjadi ajang bekerja. Menggantikan fungsi ruang kantor. Tapi tak sedikit yang menjadikan warkop sebagai sarana beh-beh watee. Tidak ada tujuan selain sekedar buat ngobrol dan menghabiskan waktu.

Celakanya, mereka yang  meupuep chok ini adalah mereka yang usia produktif. Yang seharusnya bisa menghasilkan sesuatu. Tapi malah  abeh umu bak poh cakra. Budaya ini salah satu membuat masyarakat kita kalah bersaing.

Malas bekerja, mau hidup enak, tinggi hayalan dan takut berpikir. Maka kemudian  tamah meupuep chok lom dengan tradisi main game online. Selain itu jika sudah berkumpul dengan sabe sabe meupuep chok, jadilah kelompok ini lage panyot culot, lhoh gop saja, punggong droe meukrak ek hana deuh.

Fenomena ini bisa terus terjadi. Ketika rakyat tidak cukup kreatif, lemah daya saing dan tidak ada keteladanan dalam masyarakat. Elit dan rakyat lage kawan keuleude me kitab. Tentang keuleude me kitab ini akan kita ulas pada postingan lainnya.[]

Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

MINGGU INI

© Jasa Web Design Banda Aceh : Gamiah